Rabu, 18 September 2013

Serba-serbi anak kost

Huaaa kange nge-blog! Udah lama semenjak lulus SMA ini blog gapernah gue update, parah men, kasian blog gue menangis meringkih dibawah kaki gue minta di update, sabar ya mblog, aku sibuk pacaran :D

Alhamdulillah nich, beberapa minggu lalu (atau hari gitu, gue lupa) gue masuk salah satu universitas swasta di Bandung, UNIKOM angkatan semester pertama 2013-2014 Jurusan Cicaheum-Ciroyom (emaap, maksudnya Teknik Informatika, hehe). Itu loh, yang terkenal karena juara robot, juga sering bikin macet jalan Dipatiukur kalo udah diatas jam 10 pagi karena gak punya parkiran motor. Kampus gue juga terkenal memiliki kantin terpanjang.. Sepanjang jalan Dipatiukur :v selain itu kampus gue juga punya taman mini. Bukan kayak taman mini di Jakarta sana, taman mini ini bener-bener mini.. Serius, Mini banget :/ 

Kuliah jauh? 
Butuh rumah tinggal?

KOST!
Itu satu-satunya cara buat survival tinggal di kota besar yang notabene keras, dan statusisasinya jelas, membikin sebuah kontroversi hati dan kegundahan yang gelisah. Eeee kok gue ketularan virus Vickynisasi?? :v

Gue sekarang tinggal di sebuah kamar berukuran 2x1 3x4 meter dengan cat berwarna hijau dan lantai yang dingin tanpa kasur.. Seriously, diantara temen-temen kosan gue cuma kamar gue yang gak dilengkapi equip kasur. Sakit punggung ini bila ku bangun tidur, sakit raga ini ketika ku merebahkan diriku.. Sakit... sesakit cinta yang terkhianati bagai bujur anak soang yang kejepit ambeien.. Fuah curhat :v

Tinggal di kamar ini menurut gue cukup nyaman, enak, walaupun cuaca Bandung agak dingin dan menyengat tulang, yang penting gue punya atap buat tinggal. Biayanya? Lumayan murah dibanding sama daerah lain, karena kosan gue masih masuk daerah pinggiran kota, jadi kalo mau ke kampus harus berkutik ria dengan kemacetan kota Bandung yang makin bikin boros muka. Apalagi kalo udah kangen emak dirumah, muka gue makin boros :/

They said, anak kost itu hidupnya gak jauh dari penderitaan. Kata siapa? Mari kita buktikan.

1. Masalah makan
Motto gue sebagai anak kosan yaitu : MAKAN atau DIMAKAN. Jadi gue harus bikin sebuah rencana yang cukup absurd dimana gue cuma punya 2 pilihan, antara harus makan, atau gue yang dimakan. Tapi setelah gue pikir mana ada yang mau makan gue? Daging gue alot, empedu gue pecah, dan rasanya pait :/. Gue bersyukur, stock mie instan gue di kosan masih cukup sampai akhir bulan. Jadi gue masih bisa bertahan idup sampai kiriman selanjutnya masuk ke kantong gue :')

Mirisnya, selama gue ngekos menu makannya tiap hari itu-itu mulu, nemu ayam goreng/ayam bakar pun udah jadi harta karun langka karena duit gak bakal cukup buat beli daging. Boro-boro ayam, makan nasi tahu + tempe aja udah sujud syukur masih bisa makan :'/ Satu tips dari gue : Sering sering baikin tukang warteg, siapa tau bisa gratis makan walau harus ikit bantu nyuci piring :v.

2. Masalah pakaian
Jangan sepelein masalah baju, cangcut, celana, dan antek-anteknya! ini bisa jadi hal paling brutal kalau sampai lo lupa nyuci atau gak ada baju buat berangkat kuliah. Itu konyol, lebih geli lagi kalau cuma pake 1 baju buat 1 semester, oh god, jijaaay :v *ini pasti gara-gara Arya,, Arya!!!*

Oke, beruntung banget kalau misalkan stock baju masih banyak, bisa syukur gonta-ganti baju dari senin nyampe minggu. Asal jangan sampe keabisan stock, baju ibu kos diembat juga -____-.

3. Masalah harga diri
Yang ini adalah 2 pautan masalah diatas yang saling berhubungan. Kalau sampe kemudian lo gak bisa makan ditambah gak punya baju, walhasil ngampus dengan perut dan badan seadanya, harga diri turun drastis dihadapan senior dan cewek-cewek seangkatan. Usahain jangan sampe deh, minimal kantong isi 1000 perak buat jajan teh gelas atau cuma bayar parkir, itupun udah syukur :') 

4. Masalah stock makanan
Gak yakin, kalo yang ini emang boros perut atau boros muka. Soalnya stock makanan anak-anak kosan paling bertahan sampai 2 minggu kurang tanpa belanja kembali dan sisanya ngutang. Perlu diketahui bahwa grafik seperti ini harus dimusnahkan dan dibunuh :v *ebuset* Saran gue hematlah makananmu, sebelum perutmu dipaksa berhemat makan. :v makanlah rendang, soto, dan kari secukupnya, walaupun dalam bentuk kriting berkuah :') serasa kontroversi hati gitu dech :v

Oke segitu aja, mungkin selebihnya bakal gue update di post anak kost bagian 2. Gak ada quota.. :v ini pun salah satu penyakit anak kos, dimana kuota internet lebih berharga dari sepiring nasi :')

#DeritaMahasiswa

Rabu, 03 Juli 2013

Romansa

Pernah terpikir untuk saling benci tanpa mengenal adanya kasih sayang?

Karena, mencintai suatu hal itu lebih sulit ketimbang memasak semangkuk bubur ayam.

Kenapa?
Karena cinta bukan soal komedi klasik, bukan soal tatapan mata yang kian hari kian menusuk. Bukan, bukan itu.. 

Cinta sekarang itu soal uang, uang, dan uang, yah, tragedi yang bisa disambut sebagai komedi zaman sekarang.

Tapi, soal hati, memang lidah tidak akan bisa berbohong, naluri selalu menampakkan wajah yang jelas, dan itu akan menjadi bukti, sukarnya hati menerima kata benci dari sosok orang yang sudah ada di dalam kemalut pikiran keseharian. Definisi yang jelas, ketika sebuah rasa yang digetarkan aura dan menggetarkan hati itu datang, dan saat itu pula tubuh terasa lemah, sujud di hamparan taman cinta yang sekilas layaknya surga nirwana yang dipenuhi bunga krisan. Takjub!

Air mata takkan jatuh, air mata tidak akan pernah luruh lagi, saat emosi jiwa yang dipendam mulai meledak, dilanjutkan dengan sulitnya bibir berucap, sulitnya hati mengakui, beratnya menyatakan hal yang sebenarnya sangat sepele untuk diungkapkan.. 

"AKU CINTA KAMU..."

3 kata berjuta arti diantara 2 insan yang saling berbagi, dan diseling dengan 1 rasa mutlak, tak pernah padam hingga suatu saat perpisahan datang menjelma menjadi ribuan perasaan yang memilukan, antara benci dan sayang, antara muak dan rindu, antara kesal yang berpadu dengan sayatan hati, lirih, sakit, perih.. Kemudian rasa benci mendominasi..

3 kata berjuta arti, yang mewakili secuil perasaan hati yang dipendam sebegitu dalam, tersampaikan dengan malu kemudian dibalas dengan senyum, awal yang manis, kemudian saling berharap manis pada akhirnya. 3 kata yang mewarnai langit imajinasi seseorang, menebarkan virus-virus kerinduan yang meruntuhkan tubuh, lemah, tidak berdaya melawan kekuasaan cinta yang, ahh.. rumit! Bahkan kode da vinci pun seakan kalah rumit disaat belahan hati mulai mencari belahan yang lain, ya, itulah cinta, romansa, klasik, menyakitkan, namun menyenangkan!

"AKU CINTA KAMU..."

..... 

Manusia bisa berkhianat... 
Bahkan cinta pun mampu berkhianat..
Saat cinta datang membawa sejuta kemunafikan, disaat itulah hati harus siap menerima kenyataan bahwa kehilangan sudah ada di depan sanubari setiap insan. 

Rasanya lebih perih, ketimbang teriris pisau saat mengupas bawang merah..

Bibir tak bisa berucap, tubuh hanya bisa diam, mata hanya mampu menangis, dikala cinta pergi, meninggalkan kenangan dan rasa sakit yang menyayat, dari duri yang tertancap dalam dada. Sesak, sesal, duka, dan kemudian tawa seakan tidak ada artinya.. Yang ada hanya sisa fisikal, buku diary yang usang, dan selembaran puisi-puisi juga bayangan suara lirih, yang hanya bisa dikenang, tidak bisa lagi dirasakan..

Mengerikan, bukan?

Itulah sekelumit perasaan cinta, itulah sihir dari cinta, dan itulah, apa yang dinamakan CINTA..

Klasik!


Sumber