Sabtu, 02 Agustus 2014

Motor Modif Touring tapi Budget Minimalis? GAK MASALAH BUNG!

Met soreee menjelang malam minggu!

Wah udah lama gak post hal yang berbau GARING krinyis disini.. Padahal sama sekali kaga bikin ketawa :v

Q : Loh, Cang, kenapa kok tiba-tiba posting tentang momotoran?
A : Weitz, selain mahasiswa, gue juga berprofesi sebagai tukang ojek BIKERS dong :D
Q : Terus tujuannya apa?
A : Buat ngasih Informasi aja sih..
Q : Terus, ini bakal berguna gitu?
A : Jelas berguna. Kenapa, karena dengan keinginan untuk mengubah tunggangan jadi gahar di jalanan dengan budget minimalis, bisa loh! :D
Q : Lalu, ini cuma buat para bikers doang, gitu?
A : Ya kaga, kalau memang pemirsah ada yang mau ngintilin tips ini dari gue, ya rapopo.. free kok :D
Q : Okeee.. Oiya Cang..
A : Apa lagi?
Q : Nikah kapan?
A : Bangke!

---- SKIP ---- (Sekolah Ketinggian Ilmu Pelet)

Well.. Well.. Well..
Punya sebuah tunggangan kuda besi buat ngaspal dan nggaspoll di jalanan emang seru. Walaupun berdebu-debu dan bersusah payah kehujanan-kepanasan di jalan, tapi disitu letak keseruannya naik motor. Nah, bagaimana membuat tunggangan kita "dipercantik" dengan aksesoris sedemikian rupa, prima dan gahar di jalanan? Gue punya tipsnya!

Model yang gue pakai disini adalah Baby Margaretha  BUKAN! Tapi Sibibo.. Alias Sibi Bodas Honda CB150R Putih selaku model untuk motor Sport dan Vio-Rage Alias Honda Vario 125 Orange untuk model motor Matic. ( untuk motor matic postingannya menyusul yaa :D )

Sooo.. Lets Begin!
Yang paling pertama yang HARUS diketahui adalah... Kalian harus punya MOTOR.. Kalo gak punya ya mana bisa dimodif lah :v 
Setelah kalian punya motor (yang jelas motor, bukan sepeda apalagi becak) hal yang paling utama yang perlu dan wajib untuk diperhatikan adalah kesehatan dan ke-prima-an tunggangan teman-teman semua. Saran gue, tetaplah pergunakan spare part standar sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI). Karena jika tidak, kemungkinan besar terjadinya kecelakaan fatal yang bisa mengakibatkan teman-teman terluka parah bahkan meninggal dunia itu sangat tinggi.

Yang paling dasar adalah kesehatan motor dan kesehatan si pengendara. Gue saranin sih, lebih baik service-lah tunggangan teman-teman secara berkala di bengkel resmi atau teknisi yang sudah berpengalaman dan handal. Ini berpengaruh kepada kenyamanan berkendara nanti. Jangan lupa juga untuk menjaga kesehatan badan sendiri. Motor diurus, yang punya kaga. -_-

Nah, banyak orang menginginkan tunggangannya di jalan lebih GAHAR dan good looking, tanpa menghilangkan sisi kenyamanan dalam berkendara. Maka dari itu.. Gue kasih tips buat teman-teman semua untuk memodifikasi tunggangan teman-teman tanpa menghilangkan sisi 'kemotoran' itu sendiri. Check this out!

Model pertama : Motor Sport.
Tipe : Honda CB150R 

Gue sempet bingung sama ini motor. Soalnya jenis rangka nya tanggung. Gak seperti Vixion dar Yamaha yang mengusung rangka Deltabox kekarnya. Bukan cuma itu, untuk ukuran motorsport 150 cc, bagi ane si CB150R ini tergolong 'kurcaci'. Entah buat penggemar CB150R yang lain mungkin punya pendapat berbeda.

Pertama : Pemilihan HandGuard pada stang. Fungsinya : Untuk mencegah benturan langsung pada tangan pengendara. Berikut gue kasih contoh HandGuard yang gue pasang. 

Bahan : Hard Plastic. Cukup keren dan bikin yahud Sibibo
Spesifikasi : 
Bahan Hard Plastic, tersedia 3 warna (Kalau ane gak salah sih merah, putih sama item, merk nya Scarlet). Harganya cuma Rp.125.000,- Sekitar segitu lah. Ini termasuk lampu LED dengan sistem Battery. Kelemahannya, kalau kehujanan, ya modar itu lampu LED :v

Untuk HandGuard menurut gue, segini udah cukup bagus. Fungsionalnya juga dapet. Bagi yang mau lebih, ada HandGuard yang bahannya besi (atau apa gitu lupa), dan harganya tentu bisa lebih mahal :)


Kedua : Fairing Variasi. Fungsinya : Untuk melindungi mesin dari benturan dan kotoran, dan melindungi kaki pengendara dari panas mesin.

Kurang gahar apalagi coba?
Spesifikasi : Bahan fiber plastic. Termasuk lampu sein buat fairing kanan-kiri ada. Motor gahar, kaki kagak panas :D Harga : Kisaran Rp.250.000,- s/d Rp.300.000 tergantung modelnya. (Ada banyak looh). 

Bagi yang kurang suka, fairing standar bawaan juga oke. Jangan terpatok, ini sesuai selera masing-masing. :D Namanya variasi dipasaran banyak banget. yang suka sama variasi gue ya gak masalah, yang gak suka juga gapapa. Kan udah gue bilang, ini sesuai selera masing-masing :D


Ketiga : Ban. Fungsi : APA PERLU GUE JELASIN ?? :hammer

Lagi dicuci Steam, ceritanya.
Untuk ban belakang gue pakai merk Corsa ukuran 120/80 Tubeless. Kenapa? Alasannya sih gak jauh dari keseimbangan aja. Ban depan? Ban belakang ori bawaan si CB150R ane pakein di depan tuh :D

Harga ban tubeless variatif sih gan. Yang ini waktu beli kalau gak salah Rp.450.000,- deh.. lupa soalnya. :v Merknya juga macem-macem. Ada Corsa, FDR, IRC, Michelin, Battlax, Dunlop, dll.. (Dan lupa lagi)




Keempat : Box Eksternal. Fungsi : Untuk menyimpan barang bawaan teman-teman selama berkendara.

Boxnya unyu beudh...
Spesifikasi : Ane pakai box merk GIVI E26NC. Box mini ukuran 26 liter berkapasitas 1 helm half face (masih ada space sedikit) dengan harga kisaran Rp.480.000,- s/d Rp.5xx.000,- lengkap dengan baseplate untuk barunya. Dan gak lupa Bracket standar untuk dudukan box, gue beli seharga Rp.100.000,-

Menurut gue, box segini udah cukup kok. Penampakannya? Tuh di samping. Keren kan? :D

Ini box gue mau jual sebenernya. Udah gue post di : DI KASKUS silahkan dilihat-lihat terlebih dahulu gans :D

Q : Cang, gimana tuh box kan variatif dari bentuk dan dari merknya?
A : Tergantung selera masing-masing boss.. kalau memang mau ukuran box lebih guede, ya silahkan merogoh kocek lebih dalam lagi.
Q : Terus bedanya merk Givi sama Shad, dan Kappa apa Cang?
A : Gak ada beda, semua box sama. Bedanya, Shad diproduksi di Spanyol, kalau Givi sama Kappa itu satu pabrikan, dari Italia dan punya lisensi di Malaysia.
Q : Bahannya Cang? Kayaknya kok Givi, Shad, sama Kappa mahal-mahal ya, untuk ukuran segitu?
A : Harga menentukan kualitas. Itu box pernah gue injek pakai 2 kaki loh, tapi kagak patah atau retak kan? Bahannya juga menentukan baik atau tidaknya box tersebut bro!
Q : Kalau KMI kan murah-murah tuh gan?
A : Gue gak rekomen box KMI sih sebenernya, bahan plastiknya beda jauh sama Givi, Shad dan Kappa. KMI termasuknya kopong menurut gue. Cuman kalau mau ya silahkan saja asal mampu ngerawat, semua bakal baik-baik sahaja.

Daaan.. inilah finishing setelah semua terpasang!
Sudah ganteng yuuhuuuu...




MOTOOORR GUEE SIAAP TEMPUURR DI JALANAAAN!!








Nah untuk spion, gue rekomen spion standar saja deh, biar gak ribet gonta ganti sama yang variasi. View nya juga lebih baik yang ori.
Untuk strobo dan sirine mending jangan dipasang, karena sekarang polantas sudah melarang. Dan itu diatur undang-undang. Lebih baik pasang Flasher sahaja, harganya gak sampai Rp.100.000,- kok, paling sekitar Rp.90.000,- doang. Fungsinya, bikin lampu sein kita jadi lampu hazard. 

Sekarang ayo kita berhitung!

HandGuard : Rp.125.000,-
Ban Tubeless : Rp.450.000,-
Fairing : Rp.250.000,-
Box Givi E26NC : Rp.475.000,-
Bracket : Rp.100.000,- 

TOTAL : Rp.1.400.000,-
Dan itu masih bisa kurang (lo kira nawar bung!)

Dengan budget dibawah Rp.1.500.000,- teman-teman sudah mempunyai motor gahar dan siap untuk perjalanan jauh! 

Oiya gue hampir lupa!
Jangan lupa keselamatan berkendara juga ya! Jaket, sarung tangan, sepatu dan masker harus tetap dipakai. Bila perlu, gunakan dekker kaki dan tangan yang standar harganya Rp.100.000,- doang. Dan jangan lupa PAKAI HELM! Berkendara tanpa helm = orang bego berevolusi jadi orang tolol. :v Pokoknya, Safety First! 

Perkebunan Teh Cisewu, Garut

Sekian tips dari gue, semoga bermanfaat. Yang baik ditiru, yang jelek buang ajah. :D
Tips selanjutnya menyusul okee.. Salam satu ngaspal! Dari pengguna CB150R dan mantan pengguna Vario 125 :D



Senin, 30 Juni 2014

Judul?

Selamat malam aku ucapkan kepadamu.
Akan ku tulis sesuatu yang sangat ingin aku sampaikan, dan sangat ingin aku ungkapkan melalui jeritan demi jeritan yang melukai hatiku ini, bertepatan dengan bulan Ramadhan yang mulia..

Harus kumulai dari mana? Entah, aku tak mengerti apa yang aku rasakan malam ini. 
Aku tak tahu bagaimana bentuk hatiku yang sekarang, apakah masih utuh, atau sudah lebur berantakan? Aku sama sekali tak mengerti rasa sakit yang mengganjal dadaku ini. Tumbuh payudara? Sepertinya tidak mungkin karena aku seorang lelaki..

Lelaki, ya itu dia.. itu aku.
Aku adalah seorang lelaki yang dilahirkan ibuku ke dunia ini, anak pertama, dan menanggung beban paling banyak. Sangat banyak, dibanding kedua adikku yang masih duduk di bangku sekolah. 
Aku, adalah seorang lelaki perasa. Aku tak mampu melakukan semua hal yang dilakukan lelaki-lelaki lain untuk pasangannya di dunia ini. Aku terlalu bodoh, aku terlalu dungu soal ini. Dibanding beban yang aku rasakan setelah umurku genap 18 tahun, rasanya hal ini yang paling membingungkan. Tak jarang, air mataku jatuh sendiri, tak ada sebab, tak ada angin maupun hujan atau debu yang membuat mataku kelilipan. Semua itu tak masuk akal, benar-benar diluar dugaan otakku yang pada dasarnya ialah pengendali semua rasa.

Aku, menurut kebanyakan orang, aku aneh..
Ya, benar, aku hanyalah seorang lelaki pengidap sindrom kekanak-kanakan dan ADHD. Walaupun begitu, aku tetap terus mencoba dan tak patah semangat untuk terus memberikan apa itu arti hidup untuk semua orang. Dan untuk seseorang yang aku sayang pula..

Aku tak bisa melakukan apapun.. Yang aku bisa lakukan hanya menggambar , membuat sebuah artwork dari setiap pixel aplikasi photoshop di laptop yang kupunya, bernanyi sendiri diluar kamar kos, memetik gitar dan memandangi jutaan bintang yang bersinar menyilaukan sinar masa lalunya, entah berapa ratus tahun cahaya aku dapat menggapainya, tanpa pernah ada yang mengerti bagaimana keadaan hatiku dibawah sini. 
Tapi bukan berarti aku tak mempedulikannya. Mempedulikan ia yang selalu aku dukung melalui doa. Tanpa ia sadari dan mungkin takkan pernah ia sadari, bukan hanya ia yang menangis, bukan hanya ia yang selalu berusaha menunggu, bukan hanya ia.. Tetapi aku, aku yang merasakan rasa sakitnya diriku saat aku mencintai, sayatan demi sayatan yang menusuk, melalui celah tulang rusuk dan menembus jantung, itulah yang aku rasakan. Karena apa? Karena aku lelaki. Aku masih mampu menahannya, bagaimanapun itu, bagaimanapun rasa sakit itu terus menghujam seluruh isi hatiku, aku masih mampu menahannya demi dirinya. Bahkan bila itu rasa sakit darinya, aku tetap mampu menahannya.. ya.. aku tahan itu semua demi dirinya..
Tetapi sampai kapan aku menahan ini? Tak ada orang yang mampu melihat diriku sampai ke hatiku yang paling dalam. Aku memang bodoh, mengharapkan sesuatu yang tak mungkin bagi orang sepertiku menggapainya. 

Kadang, saat bulan muncul diatas langit, aku sangat ingin berteriak dari sini, dari atas atap kosan, menatap kosong, dan meneriakinya dengan namamu. Agar kau tahu bagaimana aku merasakan semua beban di tubuhku yang kurus ini. Ingin rasanya aku mengakhiri ini semua, tapi aku tak mampu. Ingin rasanya aku menyalahkan Tuhan atas semua beban yang ia berikan kepadaku. Sangat! 
Tapi aku tahu, itu dosa besar.
Senyum di bibirku mungkin perlahan pudar karena terhapus rasa amarahku yang ingin aku lampiaskan kepada setiap mili rasa sakit ini. Bahkan kalau aku mau, akan aku bunuh diriku yang sekarang, dan akan kubuat diriku yang baru, yang dingin, dan membiarkan diriku dibenci oleh dunia serta segala isinya.
Tapi aku juga tahu, itu tidak berguna sama sekali.

Aku sudah kehabisan tenaga. Aku sudah tak tahu kemana harus kuadukan hati ini. Kepadamu? Kau saja tak mengerti bagaimana keadaan hatiku ini.. Apa yang aku lakukan selalu bertolak belakang, dan setiap kata yang aku ucap hanya menjadi bencana. Mungkinkah aku orang paling sial di dunia ini? 

Yang aku mau tak pernah tercapai. Ia jauh, meninggalkanku dibawah, yang mengejarnya setengah mati meniti satu persatu anak tangga yang juga ia naiki.. Aku tahu ia menoleh ke belakang, tapi karena terlalu jauh, ia tak bisa kulihat sama sekali. Yang aku lakukan seperti tidak berguna, aku mengejar sebuah harapan dengan isi hati kosong, dan tak ada satupun dari isi dunia ini yang mengerti bagaimana seorang lelaki sepertiku rapuh. Mereka hanya menunggu hingga aku hancur, sementara aku masih berlari.

Mungkin apa yang aku tulis ini adalah bentuk keputus-asaan. Tanpa ada satupun harapan yang kugantung bersama jutaan bintang disana.. Aku menyerah dengan keadaan diriku yang diinjak kaki dunia. Aku menyerah dengan rasa sakitku, aku berikan hati ini untuk terus dicabik.. Tapi tolong, tetap jaga satu hati yang kusimpan pada tubuh lain, yang terus aku percayai walaupun ia membawa pisau yang suatu saat dapat membunuhku yang terbaring tak berdaya disini.

Aku hanya berharap pada hujan, semoga tetesannya dapat menyapu setiap tetes darah yang terus mengalir deras dari hati yang bocor dan tersayat..