Kamis, 19 November 2015

# Cerpen Dulu Yuk

SIKLUS
A short story about me. (Oleh : Anshory)
“tak..tuk..tak..tuk..”
Suara langkah derap kakiku berlarian diantara ujung lorong kampus menuju lahan parkir kendaraan roda dua di lantai bawah senja hari itu. Berlinang air mata. Berundung duka dan sakit hati, menahan kesal dan amarah. Kubendung tetes demi tetes mutiara yang jatuh dari ujung kelopak mataku dengan ujung jari. Entah mengapa sambil aku mengumpatkan sumpah serapah yang tak pantas aku ucapkan walau hanya dalam hati. “BAJINGAN! BANGSAT!” Makin ku ucap rasanya dada ini semakin sesak dan tak muat menampung seluruh kekesalan batin yang sudah memilu. Bahkan pada Tuhan-pun saat itu aku hampir tak ingat. Yang aku ingat, hanya kata demi kata putus, yang aku baca dari sms yang masuk di handphone-ku dari orang – yang awalnya – bertahta dengan mahkota sang ratu di hatiku yang sedang tersayat sekarang.

Hai, perkenalkan. Aku adalah manusia setengah patahan hati. Yang memiliki seluruh perasaan cinta pada seseorang, namun orang itu mencintaiku dengan hanya setengah sadarnya saja. Aku juga manusia pengumpat, pengucap sumpah serapah, pendendam, dan pendoa karma. Semua itu aku lakukan ketika aku dalam kondisi dimana setengah hatiku dia hancurkan begitu mudahnya. Dia pecahkan bak piring kaca yang dilemparkan ke sudut tembok. Tak jadi utuh kembali. Teracak, dan tak bisa disatukan. Di lem? Mana mungkin.

Masih belum bisa aku lupakan isi pesan singkat yang masuk sore itu, yang membuat aku sebegitu hancur lebur dan bak orang penyakitan. Bukan penyakit fisik yang biasa menyerang manusia karena kuman, virus, atau bakteri. Namun ini lebih kepada penyakit psikis dan mental untuk seorang lelaki yang sedang membangun cinta dan harapannya selama 4 tahun –kurang lebih- totalnya. Di ujung pesan singkatnya, ia mengucapkan sepenggal kata ‘terimakasih’ karena telah mengisi hari-harinya selama 4 tahun belakangan. BUSUK. Sejujurnya, aku tak mengharapkan kata-kata terimakasih palsu yang jelas-jelas keluar dengan tujuan yang  tertinggal. Siapa? Aku. Aku yang ia tinggalkan. Maka manusia mana yang memang terima bila kasihnya ditinggalkan?

Aku berpikir, ini mungkin sebuah perputaran. Karena ada pepatah yang sering kudengar, ketika ada pertemuan, disitulah akan terjadi perpisahan. Mungkin bagian perpisahanlah yang sekarang sedang aku rasakan, dengan sedikit bumbu-bumbu drama yang menyesakkan. Dari situ, ada dua kata yang dapat aku simpulkan hari itu bahwa : Aku Dibuang.

Lalu, apa yang terjadi dengan pesan singkat itu?

Singkatnya, pesan itu tak kubalas. Pikirku, aku terlalu dungu jika beradu debat kusir dengan seorang wanita yang merasa dirinya sedang kehilangan cinta. Padahal, tanpa ia harus bertanyapun cinta yang ia maksud selalu sudi memberikannya. Tanpa harus ia mencarinya pun, aku sebagai perwujudan cintanya sudah ada di kehidupannya, dan bahkan tanpa bantuan dukun dan wangsit dari kuburan-pun, aku sudah terkubur bersama larut kasih sayangnya. Banyak alasan yang ia ungkap salah satu dan yang paling besar adalah jarak. Memang, hubungan diantara kita terpisah oleh ratusan kilometer, namun bagiku itu tak menjadi masalah serius jika satu sama lain saling mempercayai. Kutegaskan. Jarak, waktu, perasaan, dan lain-lain itu hanya sebagai salah satu faktor pendukung saja. Sisanya? Tergantung tingkat lebay-atau-tidak nya seseorang dalam menjalankan faktor-faktor ini menjadi satu kesatuan yang dinamis dan berjalan mulus mengikuti roda kehidupan. Dan pada intinya dalam masalah ini yah mau tidak mau, tetap saja kembali lagi kepada akar masalah dari dua kata yang aku simpulkan diatas. Aku Dibuang. Dibuang begitu saja bak boneka bekas yang dahulu ia mainkan dengan lugu, kemudian ia taruh diatas rak berdebu, dan saat tak terpakai, boneka itu kemudian tergantikan dengan yang baru suatu saat nantinya.

Persetan.
Ternyata selama ini, aku berteman kasih dengan orang yang salah.

Aku coba kembali menata kepingan-kepingan hidup yang sudah kubuang sia-sia hanya dengan memikirkan seseorang yang tak balik memikirkan perasaanku yang terpinggirkan oleh keegoisan. Perlahan, dengan tak pasti. Hingga akhirnya sang boneka ini menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa tuan nya dahulu telah memiliki boneka mainannya yang baru. Hihihi. Sudahlah, aku hanya berharap pada penampungan barang bekas. Semoga suatu saat ada seseorang yang bermurah hati memungutku tanpa harus ia buang kembali. Namun harapan, tetaplah harapan. Lagi, kucoba kembali menatap masa depan yang aku rasa suram (terlebih perihal masalah perasaan dan cinta yang tak ada ujungnya). Aku tau pemikiranku ini salah. Tapi, akan lebih salah bila aku diam dan membiarkan diriku dan perasaan ini jatuh didalam keheningan sepi dan kelamnya jurang kesakit-hatian yang menelan jutaan korban diluar sana hingga mati konyol dengan kondisi leher patah dan lidah yang menjulur menahan sakitnya sakratul maut karena tergantung pada seutas tali di ujung langit-langit kamar mereka. Oh, Tuhan.. maafkan. Aku tak sekonyol itu.

Berkali aku coba melampiaskan jalur hidupku yang tak jelas. Melampiaskan seluruhnya kepada rasa-rasa yang aku punya. Kepada bakat-bakat yang aku miliki. Pada para rentetan pensil warna, pada untaian senar gitar, pada ketukan-ketukan keyboard laptop, dan terutama pada dunia yang mendidikku terlalu keras. Sambil bertanya-tanya “apa aku tidak berhak memilih?” padahal diluar sana, dunia menyediakan banyak pilihan. Sementara hati ini masih kosong, menunggu adanya air segar yang membasuh luka-luka yang dalam dan perih. Bukan masalah kuat atau tidak, bukan masalah lebay atau nggak lebay, tapi ini semua masalah mentalitas seseorang. Karena faktanya, orang yang terlihat kuat diluar, biasanya banyak menyimpan sakit didalam.

Dan kini, aku mulai meninggalkan ia yang kini aku namakan, masa lalu.

Suatu waktu, ketika perlahan semua mulai kembali dalam keadaan normal, kulihat ada cahaya yang memiliki kekuatan lain yang menembus kornea mataku. Cahaya itu datang seperti air segar yang aku maksudkan untuk membasuh dan mengobati luka hati stadium 3. Aku sadar, ini bukan cahaya dari masa lalu, karena yang aku tatap saat itu adalah adanya harapan.

Aku kembali mengenal seorang wanita. Namun kali ini berbeda. Ia jauh lebih lain. Pola pikir dan tuturnya sedikit banyak membuatku mulai menundukkan kepala dan berpikir ‘siapakah gerangan wahai engkau pembuat buta mata dan hati?’ walau tak ku gubris sebaik-baik apapun aku. Aku mulai mencoba menatap sosok itu, memperhatikan setiap senyum dari bibirnya yang tipis dan rambut kecoklatannya yang tergerai, sambil menikmati malunya tatap yang terhalang oleh lensa kacamata. Kurasakan ia dekat, namun kedekatannya tak sedekat yang terbayang. Seakan-akan ia mencoba menarik ulur aku dengan permainannya yang memang tak begitu membingungkan. Namun, semua hal itu menjadi berarti ketika aku mendapati diriku sendiri tersenyum manis di depan cermin. Mungkin saat inilah saat-saat yang aku rindukan. Menantikan kehadiran seseorang yang melipur laraku dan bersama kembali meniti benang-benang harap yang putus oleh tajamnya kekampretan yang aku sebut masa lalu. Saat itu aku berpikir bahwa ia adalah cahaya. Seberkas sinar yang memberiku semangat menghadapi setiap ganjal tantangan. Dan titik dimana aku bisa kembali menemukan potongan-potongan hati yang telah lama aku lempar. Dan, tempat dimana aku mulai terbangun dari mimpi buruk yang selama ini menghantui.

Kusapa kembali kebahagiaan yang datang dari jauh. Halo! Apa kabar teman lama! Telah lama aku menunggunya penuh harap-harap cemas. Saat ia tak datang hanya sepi sebagai temanku bernaung dibawah guyuran hujan keputus asaan. Kebahagiaan telah kembali pulang kampung, mengisi keseharianku yang dulunya hampa. Aku dan wanita itu. Kita, berdua. Bersama menapaki kerasnya kulit dunia yang sekeras krupuk salah goreng. Mungkin Tuhan mulai menguji diriku dengan memberikan dia yang saat ini jari-jemarinya aku genggam erat. Dan, mungkin juga konyol, karena aku tak mengucapkan sepatah kata cintapun padanya. Rasa ini mengalir begitu saja seperti aliran air sungai yang tak mau berhenti walau terbendung bebatuan dan, ia pun menerimanya. Sakit itu kini mulai hilang. Sepi itu kini mulai pergi, terusir oleh kedatangan dia yang merebahkan kepalanya di bahuku. Ah, saat-saat yang menyenangkan. Untukmu, perempuanku, yang sedang dalam pelukanku saat ini, berkeluh kesah tentang semua masalahmu dan semua beban yang kau tanggung sendiri pada bahumu yang kecil. Berkeluhlah. Karena hanya ini yang bisa aku lakukan yaitu menyayangi kamu dalam dekapan.

Waktu kembali bergulir. Hanya berselang bulan. Aku menapaki jejak diriku yang makin lama makin terhanyut dalam kebahagiaanku sendiri. Roda kehidupanku sedang dalam posisi puncak. Jelas terlihat oleh mataku gerombolan awan melambung tinggi di langit dengan gagah. Dan matahari yang terik bersinar menghangatkan diriku dari dinginnya kesepian. Dalam ucap aku memuji semua tentang dirinya, meninggikan namanya diatas namaku sendiri, melantunkan setiap kata-kata terbaik untuk dia yang mewarnai langitku. Bahkan berbagai sajak puitispun kalah indah. Rasanya mungkin sudah tepat ketika aku memilihnya dan dia memilihku. Benar betul definisi move on. Bergerak, maju, meninggalkan milyaran harapan yang tak akan datang lagi untuk kedua kali, dan menyongsong harapan-harapan baru yang terbesit dalam pikiran dan tertanam dalam hati bersamanya. Hanya aku, dan wanita itu sekarang, bergerak mengikuti jari-jemari angin yang berhembus mesra dari berbagai penjuru. Kebahagiaan yang aku tuju saat ini sudahlah cukup, tak perlu ditambah apalagi dikurangi. Rasanya kepercayaan yang aku dapat darinya seperti bukan main-main dan bukan juga dipermainkan. Ya, begitulah. Rasa dari seorang pria yang mendapatkan kepercayaan dari hati seorang perempuan, maka sebagai pelindungnya, laki-laki harus menggenggam erat kepercayaan itu. Benar, akulah laki-laki itu dimatanya sekarang.

Sudah aku putuskan hari itu, aku akan terus ada dalam setiap harinya. Menemani dia yang layak aku temani. Terkadang aku habiskan waktuku hingga larut malam untuk membalas pesan-pesan singkat dalam ruang chat yang hanya ada kita berdua di dalamnya. Membahas satu atau dua hal random dengan banyak bumbu komedi, bertukar cerita dengan tema ‘hari ini kamu ngapain?’, atau hanya sekedar menyapa untuk mengobati hitamnya rindu yang menusuk dikala sepi kembali datang. Tak jarang ku nyanyikan lantunan lagu yang terlintas dalam pikiranku untuknya lewat voice note dengan suaraku yang pas-pasan, agar ia tahu seberapa besar aku mengharapkan kehadirannya di sisiku malam itu. Aku mulai hanyut dan terjebak dalam ruang rindu yang sempit, yang membuat diriku tak mampu bergerak. Hanya diam, lagi-lagi hanya terdiam, menikmati detik demi detik waktu yang seakan berhenti begitu saja membunuhku ketika aku merindukannya. Inilah cinta, dan kamu gerangan, yang membuat mata dan hatiku tertutup rapat-rapat untuk orang lain.

Aku rasakan kehidupanku semakin sempurna nan lengkap. Banyak hal-hal sederhana yang membuat ujung bibir ini terangkat dan tersenyum. Aku bersyukur kepada Tuhan ketika hari ini aku dipertemukan dengannya yang kini memelukku erat. Harum, dan juga menenangkan. Jika ada lelaki yang tidak bersyukur, maka ia adalah lelaki kurang gaul, yang harus dihukum dengan mengerjakan soal kalkulus integral lipat dua seumur hidup.

Aku rasakan hatiku melukis banyak mimpi didalamnya. Mimpi-mimpi yang sangat ingin kuwujudkan dengannya. Mimpi itu seakan menjadi bayang-bayang penting yang datang ketika mataku terpejam erat. Dalam pikiranku hanya satu tujuanku, menjadi lelaki yang baik untuk diriku sendiri, lelaki yang baik untuk pasanganku, dan lelaki yang baik untuk keluargaku kelak. Setiap waktu aku berdoa pada Tuhan, dengan penuh harapan agar tujuanku tercapai dan mimpi-mimpi itu terwujud. Setiap malam pula aku bertawar diri dengan Tuhan yang Maha Mendengarkan. Tak peduli seberapa bajingannya diriku ini, yang terpenting bagiku sekarang adalah Tuhan mendengarkan perkataanku dan berharap Dia mewujudkannya suatu saat nanti. Sebelum aku terlelap, selalu aku ucapkan doa dan kata-kata rinduku yang menyelip bak daging rendang diujung gigi. Rasanya kurang enak bila tidak dilepaskan.

Setiap hari hanya kamu, kamu, dan kamu yang aku pikirkan. Yang memberiku semangat, yang memberikan aku alunan nada-nada kebahagiaan. Hanya kamu seorang yang hidup dimataku, bukan dia ataupun mereka. Mereka hanya pemeran figuran diantara kita. Hatiku sangat tinggi akan harapan. Mataku mulai buta dengan keindahan. Diriku mulai tertutup pada cahaya lain yang ada walau itu lebih indah. Bagiku mungkin hanya satu orang saja dalam hidupku karena itulah pilihanku. Bila memang salah, biarlah itu menjadi kesalahanku yang hanya aku yang mampu memaafkan diriku sendiri. Setidaknya, Tuhan telah memberikan jalan dan petunjuk baik itu terlihat maupun tidak.

Namun, ternyata hal-hal itu semu. Kebahagiaan yang ada tidak berlangsung lama. Tidak.

Perlahan, kurasakan sesuatu yang sama sekali berbeda. Ungkapan kata rindu yang sebelumnya menghiasi kini mulai redup, sapaan-sapaan hati yang terdengar kini tak lagi ada. Ia yang dahulu bercahaya kali ini mulai redup. Persamaan yang dulu dibanggakan kini menjadi perbedaan. Ini terjadi begitu cepat, sangat cepat hingga aku tak mampu mengejarnya. Hatiku berusaha menolak, berusaha meyakinkan diri bahwa ini tidaklah terjadi. Ditengah-tengah keadaan seperti ini aku berpikir mungkin suatu saat ini akan kembali menjadi lebih baik. Tapi ternyata aku tak berjalan kemanapun. Terdiam di sudut mati, menggapai mimpi yang bukan impianku atau impiannya. Aku bertanya-tanya ‘apakah ini memang seharusnya terjadi?’ ‘apakah aku hanya membuang-buang waktu yang aku dapatkan?’ dan disaat itulah aku rasakan sakit ketika ia melangkah meninggalkan aku dengan sepatah kata yang membuatku terhentak tak percaya, “aku sudah tak memiliki rasa padamu”.

Tuhan, jadi, inikah sakit hati?

Jadi Tuhan, inikah yang Engkau namakan kepedihan yang juga Engkau berikan ketika dahulu aku ditinggalkan dan kini terjadi lagi? Bahkan, terjadi begitu saja, seakan semua harapanku adalah palsu.

Kamu, beserta seluruh alasan yang membuatmu meninggalkan aku. Dimana janji itu? Dimana sang ‘tuan baru’ yang memungutku dari tempat penampungan barang bekas dan meninggikan aku seakan diriku sempurna? Hari itu harapan-harapan yang sudah aku lukiskan dalam mimpi pudar dan pupus begitu saja. Hati yang awalnya cerah kini penuh dengan amarah. Lantunan kata cinta yang setiap saat aku ucap kini berubah menjadi nada-nada sumpah serapah, kata-kata putus asa, dan kekesalan yang memuncak seiring langkah kakinya yang meninggalkan aku dalam tangis dan kehancuran. Kekecewaanku semakin mendalam ketika aku sadar bahwa ia yang katanya tak ingin membuangku ternyata melakukan hal yang sama seperti masa laluku sebelumnya. Tubuhku bergetar, rahangku gemertak, pandanganku tertunduk lesu tanpa bisa mengeluarkan air mata. Kembali, aku menjadi seseorang yang penyakitan, jatuh dalam kebobrokan psikis. Kusalahkan semuanya bahkan Tuhan sekalipun. Kusalahkan Ia yang tak sepatutnya aku salahkan karena tak mendengarkan doaku. Dimata wanita itu sekarang, aku hanya boneka tak berbentuk yang tenggelam dalam lautan salju yang dingin membeku. Jujur, aku ingin menjerit dan meneriakkan kata-kata ‘selamat tinggal, bajingan’ dengan nada tinggi padanya dan membiarkannya membenciku sekalian. Namun, tidak. Aku tidak ingin menjadi lelaki tak gaul yang dihukum mengerjakan soal kalkulus integral lipat dua seumur hidup. Itu hukuman yang paling tidak keren. Aku tak mau menyakiti orang lain. Cukuplah aku yang tersakiti oleh perkataan dan perbuatannya. Aku harus bisa menjadi anak baik, walaupun ia meninggalkan aku dengan keadaanku yang tak baik-baik saja.

Ketika ia berpaling dan memunggungi aku, seketika itulah air mataku kembali jatuh tanpa izin. Pikirku waktu itu, ternyata aku hanya sekedar bayangan di dinding, ketika ia terlelap tidur. Peluhku jatuh dengan sia-sia, harapan yang aku gantungkan sekarang terbakar kekecewaan. Luka hati yang dulu mulai terobati kembali tergores dan meningkat menjadi stadium 4. Kini terjadi kembali hal yang tak ingin aku rasakan lagi seperti masa laluku sebelumnya. Aku hanya mampu berdiri tegar dan menerima kenyataan bahwa saat ini ia melangkah ke arah yang jauh berbeda dariku, dan aku, dibuang, lagi. Terlebih, semua ini terjadi dengan tiba-tiba.

Selamat tinggal, kebahagiaan.
Selamat tinggal.
Terimakasih atas waktumu yang sangat singkat.

Kini, aku dan dia tak lagi menjadi ‘kita’. Aku dan dia berjalan pada jalannya masing-masing. Entah, apakah dia merasakan apa yang aku rasakan atau tidak. Namun bagiku cukuplah sudah. Sakit ini sudah diujung ubun-ubun, dalam kurun waktu yang tak lama, sudah dua kali aku seperti ini. Namun, perlu diketahui bahwa aku tak akan melepasnya begitu saja baik ia ataupun masa laluku yang lain. Aku akan terus memedulikannya namun hanya dalam batas-batas tertentu. Aku sadar, aku tak perlu lagi menangis, karena sesal hanyalah sesal yang akan tetap datang diujung dan menjadi ‘siswa’ yang paling terlambat masuk kelas.

Tuhan, maafkanlah aku yang menuduh-Mu yang tidak-tidak sebelumnya. Sungguh Tuhan, aku hanya khilaf.
…………….
Suatu shubuh yang dingin aku terbangun dari lelapnya tidurku. Suara sahutan jangkrik masih menggema dan memecah kesepian yang makin klop bersama suhu yang dingin. Dalam hening kala itu aku tersadar akan sesuatu. Maha Benar Tuhan, yang memiliki segala kuasa dalam membolak-balikkan hati seseorang. Betul, tak ada satu manusiapun yang hatinya tak berbalik ketika Tuhan meniupkan asma-Nya. Seseorang yang dahulu benci, bisa saja menjadi cinta. Ataupun sebaliknya, seseorang yang saling mencintai bisa saja menjadi saling benci. Namun Tuhan punya kuasa lain kali ini, kemarin, maupun masa-masa yang akan datang.

Dan seketika akupun tersadar, bahwa yang selama ini terjadi hanyalah suatu siklus dimana aku terjebak didalamnya. Dia memutar menjadi suatu lingkaran yang kembali berulang dengan beberapa tipe faktor yang berbeda. Perputaran inilah yang tak akan bisa disadari setiap hela nafas manusia hingga sesal datang di ujung. Atau paling tidak, hingga Tuhan memberikan petunjuk pada manusia yang Dia kehendaki.

Dan, ketika aku melihat langit pagi itu, rasanya tak akan pernah lagi jadi sama. Senyumku juga tak akan lagi menjadi senyum yang sama. Perasaan ini pula bukan lagi perasaan yang sama, dan cerita ini juga semoga tak akan kembali menjadi cerita yang sama. Pagi itu aku benar-benar seperti seolah-olah aku adalah orang yang baru. Terlahir tanpa tujuan dan terhempas kerasnya kerak bumi. Namun satu hal, aku merasakan Tuhan sepertinya menunjukkan sesuatu yang lain yang Ia rahasiakan kali ini. Mungkin, sesuatu itu adalah seseorang yang hari ini tidak bisa aku semogakan menjadi suatu kenyataan dengan kemungkinan yang kecil. Entah bagaimana kelanjutan cerita dan skenarionya, biar Tuhan yang nantinya mempertemukan aku dengan orang itu baik dalam waktu dekat maupun tidak. Semoga.

Perkenalkan, aku adalah manusia setengah patahan hati. Dan inilah, siklus yang terjadi.

Illustrated by : Myself 

Senin, 29 September 2014

Wahai Penguasa.. Bacalah!

Malem ini lagi emosi batin...
Rasanya, malem ini gue pengen mengeluarkan jurus kuchiyose no jutsu buat manggil sesuatu yang mampu meluruskan akal sehat para petinggi-petinggi negara Indonesia kemarin, sekarang, esok dan seterusnya.

Dimulai dari mana dulu ya? Oh.. Komisi Penyiaran Indonesia...
Kemaren, anak-anak mampir ke kosan, dan gue kasih kabar kalau Spongebob Squarepants, Crayon Sinchan, Litte Khrishna dan lainnya mau dicabut siarannya dari TV Indonesia dengan alasan tayangan kekerasan, unsur mistik, dan lain sebagainya. Kita sebagai penikmat pertelevisian jelas kaget, ada apa dengan lembaga negara yang katanya independent itu? Kok gini? Ironi diatas ironi mengingat tayangan yang jauh lebih parah dari apa yang gue sebutkan diatas lebih banyak mudharotnya dibanding manfaat! Liriklah itu sinetron di SCTV contohnya GGS, Emak Ijah Pengen Naik Haji, atau sinetron di RCTI, yang sampe sekarang kaga tamat tamat, Tukang Bubur Naik Haji dan satu lagi plagiator film Harry Potter, yang semua tayangan itu KELUAR dari jalur cerita, penyiaran, serta kedalaman makna dan materi tayangan itu sendiri. TAK KREATIF, SAMA SEKALI TIDAK!

Sekarang mau ngasih pembelaan apa? Sinetron remaja kok kesannya kayak berandalan? Alur cerita terlalu monoton! Dan cerita-ceritanya terlalu BERLEBIHAN, belum lagi idenya adalah hasil CONTEKAN! Mana tim kreatif?! INI YANG DISEBUT KREATIF!? TAYANGAN SEPERTI INI YANG DISEBUT KREATIF!? BUKA MATA WAHAI KOMISI PENYIARAN INDONESIA! Kalian semua bak Anjing peliharaan yang diatur baginda tuan maharaja! Lembaga independent yang seakan tunduk pada sebuah aturan yang ENTAH SIAPA PEMBUATNYA!


Kedua... Rancangan Undang-Undang Pilkada yang kali ini berubah total, menandakan MATINYA DEMOKRASI INDONESIA yang filosofinya DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, dan UNTUK RAKYAT.. Nyatanya, semua kembali seperti zaman ore baru dulu dimana anggota DPR kini dipilih oleh lembaga legislatif yang statusnya sama. Ini memungkinkan tingkat KORUPSI, KOLUSI, dan NEPOTISME semakin meningkat! Bagi mereka, sementara pilkada langsung membocorkan anggaran dana dan suara rakyat yang terbeli, lebih baik menyokong dana segar sebagai uang terimakasih bagi si calon anggota yang ingin 'naik tahta'. IRONIS! Opini gue, Mereka mungkin sama sekali tak mengindahkan bunyi sila ke 4 pada Pancasila. Lebih ironis lagi, Ini terjadi di masa-masa akhir kepemimpinan SBY.. 

-------

Ngomong-omong soal korupsi...
Internet indonesia juga terancam mati total karena hal itu... Silahkan baca ini :http://tekno.kompas.com/read/2014/09/24/06252327/Internet.Indonesia.Terancam.Mati.Total
Jadi, kemana lagi gue harus mengadu?!
Ketika para aparatur negara sudah tak bisa lagi DIPERCAYA dan DIBERI KEPERCAYAAN!!!

"Tuntutlah kami bila kami salah, tapi kami akan menuntut kalian semua ketika kalian telah berbuat jauh lebih salah diatas kami dan pergi dengan senyuman jahat kalian yang mengatasnamakan KAMI sebagai "yang katanya" Rakyat kalian yang kalian jadikan BUDAK!"

Sabtu, 02 Agustus 2014

Motor Modif Touring tapi Budget Minimalis? GAK MASALAH BUNG!

Met soreee menjelang malam minggu!

Wah udah lama gak post hal yang berbau GARING krinyis disini.. Padahal sama sekali kaga bikin ketawa :v

Q : Loh, Cang, kenapa kok tiba-tiba posting tentang momotoran?
A : Weitz, selain mahasiswa, gue juga berprofesi sebagai tukang ojek BIKERS dong :D
Q : Terus tujuannya apa?
A : Buat ngasih Informasi aja sih..
Q : Terus, ini bakal berguna gitu?
A : Jelas berguna. Kenapa, karena dengan keinginan untuk mengubah tunggangan jadi gahar di jalanan dengan budget minimalis, bisa loh! :D
Q : Lalu, ini cuma buat para bikers doang, gitu?
A : Ya kaga, kalau memang pemirsah ada yang mau ngintilin tips ini dari gue, ya rapopo.. free kok :D
Q : Okeee.. Oiya Cang..
A : Apa lagi?
Q : Nikah kapan?
A : Bangke!

---- SKIP ---- (Sekolah Ketinggian Ilmu Pelet)

Well.. Well.. Well..
Punya sebuah tunggangan kuda besi buat ngaspal dan nggaspoll di jalanan emang seru. Walaupun berdebu-debu dan bersusah payah kehujanan-kepanasan di jalan, tapi disitu letak keseruannya naik motor. Nah, bagaimana membuat tunggangan kita "dipercantik" dengan aksesoris sedemikian rupa, prima dan gahar di jalanan? Gue punya tipsnya!

Model yang gue pakai disini adalah Baby Margaretha  BUKAN! Tapi Sibibo.. Alias Sibi Bodas Honda CB150R Putih selaku model untuk motor Sport dan Vio-Rage Alias Honda Vario 125 Orange untuk model motor Matic. ( untuk motor matic postingannya menyusul yaa :D )

Sooo.. Lets Begin!
Yang paling pertama yang HARUS diketahui adalah... Kalian harus punya MOTOR.. Kalo gak punya ya mana bisa dimodif lah :v 
Setelah kalian punya motor (yang jelas motor, bukan sepeda apalagi becak) hal yang paling utama yang perlu dan wajib untuk diperhatikan adalah kesehatan dan ke-prima-an tunggangan teman-teman semua. Saran gue, tetaplah pergunakan spare part standar sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI). Karena jika tidak, kemungkinan besar terjadinya kecelakaan fatal yang bisa mengakibatkan teman-teman terluka parah bahkan meninggal dunia itu sangat tinggi.

Yang paling dasar adalah kesehatan motor dan kesehatan si pengendara. Gue saranin sih, lebih baik service-lah tunggangan teman-teman secara berkala di bengkel resmi atau teknisi yang sudah berpengalaman dan handal. Ini berpengaruh kepada kenyamanan berkendara nanti. Jangan lupa juga untuk menjaga kesehatan badan sendiri. Motor diurus, yang punya kaga. -_-

Nah, banyak orang menginginkan tunggangannya di jalan lebih GAHAR dan good looking, tanpa menghilangkan sisi kenyamanan dalam berkendara. Maka dari itu.. Gue kasih tips buat teman-teman semua untuk memodifikasi tunggangan teman-teman tanpa menghilangkan sisi 'kemotoran' itu sendiri. Check this out!

Model pertama : Motor Sport.
Tipe : Honda CB150R 

Gue sempet bingung sama ini motor. Soalnya jenis rangka nya tanggung. Gak seperti Vixion dar Yamaha yang mengusung rangka Deltabox kekarnya. Bukan cuma itu, untuk ukuran motorsport 150 cc, bagi ane si CB150R ini tergolong 'kurcaci'. Entah buat penggemar CB150R yang lain mungkin punya pendapat berbeda.

Pertama : Pemilihan HandGuard pada stang. Fungsinya : Untuk mencegah benturan langsung pada tangan pengendara. Berikut gue kasih contoh HandGuard yang gue pasang. 

Bahan : Hard Plastic. Cukup keren dan bikin yahud Sibibo
Spesifikasi : 
Bahan Hard Plastic, tersedia 3 warna (Kalau ane gak salah sih merah, putih sama item, merk nya Scarlet). Harganya cuma Rp.125.000,- Sekitar segitu lah. Ini termasuk lampu LED dengan sistem Battery. Kelemahannya, kalau kehujanan, ya modar itu lampu LED :v

Untuk HandGuard menurut gue, segini udah cukup bagus. Fungsionalnya juga dapet. Bagi yang mau lebih, ada HandGuard yang bahannya besi (atau apa gitu lupa), dan harganya tentu bisa lebih mahal :)


Kedua : Fairing Variasi. Fungsinya : Untuk melindungi mesin dari benturan dan kotoran, dan melindungi kaki pengendara dari panas mesin.

Kurang gahar apalagi coba?
Spesifikasi : Bahan fiber plastic. Termasuk lampu sein buat fairing kanan-kiri ada. Motor gahar, kaki kagak panas :D Harga : Kisaran Rp.250.000,- s/d Rp.300.000 tergantung modelnya. (Ada banyak looh). 

Bagi yang kurang suka, fairing standar bawaan juga oke. Jangan terpatok, ini sesuai selera masing-masing. :D Namanya variasi dipasaran banyak banget. yang suka sama variasi gue ya gak masalah, yang gak suka juga gapapa. Kan udah gue bilang, ini sesuai selera masing-masing :D


Ketiga : Ban. Fungsi : APA PERLU GUE JELASIN ?? :hammer

Lagi dicuci Steam, ceritanya.
Untuk ban belakang gue pakai merk Corsa ukuran 120/80 Tubeless. Kenapa? Alasannya sih gak jauh dari keseimbangan aja. Ban depan? Ban belakang ori bawaan si CB150R ane pakein di depan tuh :D

Harga ban tubeless variatif sih gan. Yang ini waktu beli kalau gak salah Rp.450.000,- deh.. lupa soalnya. :v Merknya juga macem-macem. Ada Corsa, FDR, IRC, Michelin, Battlax, Dunlop, dll.. (Dan lupa lagi)




Keempat : Box Eksternal. Fungsi : Untuk menyimpan barang bawaan teman-teman selama berkendara.

Boxnya unyu beudh...
Spesifikasi : Ane pakai box merk GIVI E26NC. Box mini ukuran 26 liter berkapasitas 1 helm half face (masih ada space sedikit) dengan harga kisaran Rp.480.000,- s/d Rp.5xx.000,- lengkap dengan baseplate untuk barunya. Dan gak lupa Bracket standar untuk dudukan box, gue beli seharga Rp.100.000,-

Menurut gue, box segini udah cukup kok. Penampakannya? Tuh di samping. Keren kan? :D

Ini box gue mau jual sebenernya. Udah gue post di : DI KASKUS silahkan dilihat-lihat terlebih dahulu gans :D

Q : Cang, gimana tuh box kan variatif dari bentuk dan dari merknya?
A : Tergantung selera masing-masing boss.. kalau memang mau ukuran box lebih guede, ya silahkan merogoh kocek lebih dalam lagi.
Q : Terus bedanya merk Givi sama Shad, dan Kappa apa Cang?
A : Gak ada beda, semua box sama. Bedanya, Shad diproduksi di Spanyol, kalau Givi sama Kappa itu satu pabrikan, dari Italia dan punya lisensi di Malaysia.
Q : Bahannya Cang? Kayaknya kok Givi, Shad, sama Kappa mahal-mahal ya, untuk ukuran segitu?
A : Harga menentukan kualitas. Itu box pernah gue injek pakai 2 kaki loh, tapi kagak patah atau retak kan? Bahannya juga menentukan baik atau tidaknya box tersebut bro!
Q : Kalau KMI kan murah-murah tuh gan?
A : Gue gak rekomen box KMI sih sebenernya, bahan plastiknya beda jauh sama Givi, Shad dan Kappa. KMI termasuknya kopong menurut gue. Cuman kalau mau ya silahkan saja asal mampu ngerawat, semua bakal baik-baik sahaja.

Daaan.. inilah finishing setelah semua terpasang!
Sudah ganteng yuuhuuuu...




MOTOOORR GUEE SIAAP TEMPUURR DI JALANAAAN!!








Nah untuk spion, gue rekomen spion standar saja deh, biar gak ribet gonta ganti sama yang variasi. View nya juga lebih baik yang ori.
Untuk strobo dan sirine mending jangan dipasang, karena sekarang polantas sudah melarang. Dan itu diatur undang-undang. Lebih baik pasang Flasher sahaja, harganya gak sampai Rp.100.000,- kok, paling sekitar Rp.90.000,- doang. Fungsinya, bikin lampu sein kita jadi lampu hazard. 

Sekarang ayo kita berhitung!

HandGuard : Rp.125.000,-
Ban Tubeless : Rp.450.000,-
Fairing : Rp.250.000,-
Box Givi E26NC : Rp.475.000,-
Bracket : Rp.100.000,- 

TOTAL : Rp.1.400.000,-
Dan itu masih bisa kurang (lo kira nawar bung!)

Dengan budget dibawah Rp.1.500.000,- teman-teman sudah mempunyai motor gahar dan siap untuk perjalanan jauh! 

Oiya gue hampir lupa!
Jangan lupa keselamatan berkendara juga ya! Jaket, sarung tangan, sepatu dan masker harus tetap dipakai. Bila perlu, gunakan dekker kaki dan tangan yang standar harganya Rp.100.000,- doang. Dan jangan lupa PAKAI HELM! Berkendara tanpa helm = orang bego berevolusi jadi orang tolol. :v Pokoknya, Safety First! 

Perkebunan Teh Cisewu, Garut

Sekian tips dari gue, semoga bermanfaat. Yang baik ditiru, yang jelek buang ajah. :D
Tips selanjutnya menyusul okee.. Salam satu ngaspal! Dari pengguna CB150R dan mantan pengguna Vario 125 :D



Senin, 30 Juni 2014

Judul?

Selamat malam aku ucapkan kepadamu.
Akan ku tulis sesuatu yang sangat ingin aku sampaikan, dan sangat ingin aku ungkapkan melalui jeritan demi jeritan yang melukai hatiku ini, bertepatan dengan bulan Ramadhan yang mulia..

Harus kumulai dari mana? Entah, aku tak mengerti apa yang aku rasakan malam ini. 
Aku tak tahu bagaimana bentuk hatiku yang sekarang, apakah masih utuh, atau sudah lebur berantakan? Aku sama sekali tak mengerti rasa sakit yang mengganjal dadaku ini. Tumbuh payudara? Sepertinya tidak mungkin karena aku seorang lelaki..

Lelaki, ya itu dia.. itu aku.
Aku adalah seorang lelaki yang dilahirkan ibuku ke dunia ini, anak pertama, dan menanggung beban paling banyak. Sangat banyak, dibanding kedua adikku yang masih duduk di bangku sekolah. 
Aku, adalah seorang lelaki perasa. Aku tak mampu melakukan semua hal yang dilakukan lelaki-lelaki lain untuk pasangannya di dunia ini. Aku terlalu bodoh, aku terlalu dungu soal ini. Dibanding beban yang aku rasakan setelah umurku genap 18 tahun, rasanya hal ini yang paling membingungkan. Tak jarang, air mataku jatuh sendiri, tak ada sebab, tak ada angin maupun hujan atau debu yang membuat mataku kelilipan. Semua itu tak masuk akal, benar-benar diluar dugaan otakku yang pada dasarnya ialah pengendali semua rasa.

Aku, menurut kebanyakan orang, aku aneh..
Ya, benar, aku hanyalah seorang lelaki pengidap sindrom kekanak-kanakan dan ADHD. Walaupun begitu, aku tetap terus mencoba dan tak patah semangat untuk terus memberikan apa itu arti hidup untuk semua orang. Dan untuk seseorang yang aku sayang pula..

Aku tak bisa melakukan apapun.. Yang aku bisa lakukan hanya menggambar , membuat sebuah artwork dari setiap pixel aplikasi photoshop di laptop yang kupunya, bernanyi sendiri diluar kamar kos, memetik gitar dan memandangi jutaan bintang yang bersinar menyilaukan sinar masa lalunya, entah berapa ratus tahun cahaya aku dapat menggapainya, tanpa pernah ada yang mengerti bagaimana keadaan hatiku dibawah sini. 
Tapi bukan berarti aku tak mempedulikannya. Mempedulikan ia yang selalu aku dukung melalui doa. Tanpa ia sadari dan mungkin takkan pernah ia sadari, bukan hanya ia yang menangis, bukan hanya ia yang selalu berusaha menunggu, bukan hanya ia.. Tetapi aku, aku yang merasakan rasa sakitnya diriku saat aku mencintai, sayatan demi sayatan yang menusuk, melalui celah tulang rusuk dan menembus jantung, itulah yang aku rasakan. Karena apa? Karena aku lelaki. Aku masih mampu menahannya, bagaimanapun itu, bagaimanapun rasa sakit itu terus menghujam seluruh isi hatiku, aku masih mampu menahannya demi dirinya. Bahkan bila itu rasa sakit darinya, aku tetap mampu menahannya.. ya.. aku tahan itu semua demi dirinya..
Tetapi sampai kapan aku menahan ini? Tak ada orang yang mampu melihat diriku sampai ke hatiku yang paling dalam. Aku memang bodoh, mengharapkan sesuatu yang tak mungkin bagi orang sepertiku menggapainya. 

Kadang, saat bulan muncul diatas langit, aku sangat ingin berteriak dari sini, dari atas atap kosan, menatap kosong, dan meneriakinya dengan namamu. Agar kau tahu bagaimana aku merasakan semua beban di tubuhku yang kurus ini. Ingin rasanya aku mengakhiri ini semua, tapi aku tak mampu. Ingin rasanya aku menyalahkan Tuhan atas semua beban yang ia berikan kepadaku. Sangat! 
Tapi aku tahu, itu dosa besar.
Senyum di bibirku mungkin perlahan pudar karena terhapus rasa amarahku yang ingin aku lampiaskan kepada setiap mili rasa sakit ini. Bahkan kalau aku mau, akan aku bunuh diriku yang sekarang, dan akan kubuat diriku yang baru, yang dingin, dan membiarkan diriku dibenci oleh dunia serta segala isinya.
Tapi aku juga tahu, itu tidak berguna sama sekali.

Aku sudah kehabisan tenaga. Aku sudah tak tahu kemana harus kuadukan hati ini. Kepadamu? Kau saja tak mengerti bagaimana keadaan hatiku ini.. Apa yang aku lakukan selalu bertolak belakang, dan setiap kata yang aku ucap hanya menjadi bencana. Mungkinkah aku orang paling sial di dunia ini? 

Yang aku mau tak pernah tercapai. Ia jauh, meninggalkanku dibawah, yang mengejarnya setengah mati meniti satu persatu anak tangga yang juga ia naiki.. Aku tahu ia menoleh ke belakang, tapi karena terlalu jauh, ia tak bisa kulihat sama sekali. Yang aku lakukan seperti tidak berguna, aku mengejar sebuah harapan dengan isi hati kosong, dan tak ada satupun dari isi dunia ini yang mengerti bagaimana seorang lelaki sepertiku rapuh. Mereka hanya menunggu hingga aku hancur, sementara aku masih berlari.

Mungkin apa yang aku tulis ini adalah bentuk keputus-asaan. Tanpa ada satupun harapan yang kugantung bersama jutaan bintang disana.. Aku menyerah dengan keadaan diriku yang diinjak kaki dunia. Aku menyerah dengan rasa sakitku, aku berikan hati ini untuk terus dicabik.. Tapi tolong, tetap jaga satu hati yang kusimpan pada tubuh lain, yang terus aku percayai walaupun ia membawa pisau yang suatu saat dapat membunuhku yang terbaring tak berdaya disini.

Aku hanya berharap pada hujan, semoga tetesannya dapat menyapu setiap tetes darah yang terus mengalir deras dari hati yang bocor dan tersayat..

Selasa, 15 April 2014

Akibat salah pilih obat kumur..

BANG! *backsound suara kaca jendela ibu kos pecah*

Gue muncul lagi dari lobang hitam luar angkasa...


Udah lama kaga post ya? Kasian juga ini blog, lama-lama kaga keurus, nanti-nanti gue titipin sama baby sitter aja kali ya biar tangisannya itu gak menggema di telinga gue lagi, gak memancarkan titik-titik air mata yang jatuh kebawah pipinya, yang.. asudahlah, jangan mulai lebay..


Begini, ada beberapa hal yang pengen gue sampein di tulisan gue kali ini..
Lo.. Lo.. Lo semua, pernah salah pakai produk? Semisal, produk diapers buat lansia, lo pakein ke bayi yang baru bisa ngerangkak?
Atau, anak kucing lo kasih susu pertumbuhan tulang?

Salah satu korbannya adalah gue. Dulu, waktu zaman gue masih imut, (kalau gak salah waktu SD) gue suka kepoin barang-barang gak penting yang gak ada hubungannya sama kemaluan gue. Apalagi barang-barang kamar mandi dari mulai sikat WC sampe pasta gigi dan sabun sirih. Gue pernah punya pengalaman konyol yang kaga asik banget, dan ini ada sangkut pautnya dengan sabun sirih dan daerah kewanitaan..

Hayo.. pikirannya mulai ngalor ngidul ya? :v

Dulu, gue gak pernah tau kalau nyokap gue sering pakai sabun yang namanya sabun sirih. Yang kaga tau apa itu sabun sirih, ituloh, yang biasa dipake buat bersihin daerah 'anu' nya cewek. Gue gak perlu jelasin lah, tapi disini gue bakal ceritain, saat dimana gue pakai sebuah produk tapi dengan cara yang salah..

Jadi ceritanya, nyokap gue punya sabun sirih yang botolnya udah butek banget...
Ini yang jadi permasalahan gue, gue yang kelewat bego dan dengan alasan yang memperkuat itu botol sabun sirih label nya udah nggak ada yang kemudian gue kira itu adalah obat kumur buat mutihin gigi dan bikin nafas segar. Selidik punya selidik, gue sering dikatain bau jigong sama temen-temen gue. Dan karena gue ingin menghilangkan gelar itu dari diri gue yaudah, gue putuskan untuk berkumur dengan air dalam botol butek yang gue pegang ini. Apa kemudian yang terjadi? Ketika gue buka tutup botolnya... dan gue minum setetes demi setetes dan rasanya.. pait.. Karena penasaran gue mengalahkan rasa pait di mulut gue, yaudah gue lanjutin buat kumur itu sabun sirih sampe berbusa di mulut gue lalu 2 detik kemudian gue muntahin karena paitnya udah diujung ubun-ubun..
Lalu kemudian apa yang terjadi pemirsa?

Bibir gue rasanya keset..

Dan.. sepet..

Juga.. agak kering..

Tapi, agak lengket juga..

Rasa paitnya.. kayak.. abis minum jamu buyung upik tanpa gula..

Atau lebih tepatnya, rasanya gak jauh beda sama minyak goreng (waktu itu juga gue sempet ketularan goblok jadi korban iklan minyak yang bisa diminum, karena gue haus pas pulang main gatrik dan gak ada minum, yaudah.. minyak gue minum juga.. besoknya gue kena syndrom down dan harus di ruqyah di pak ustadz terdekat).

Dan akhirnya.. keputihan di gigi gue ilang.. (fahk!)

Gue yang belum menyadari kalau itu yang gue minum bukan obat kumur buat mutihin gigi ya lempeng-lempeng aja.. Pikir gue enak juga ini mulut bisa jadi keset, kering, kebal sama rasa odol, wangi daun sirih pula.. Ini produk hebat juga, selain bisa bikin nafas gue wangi sirih, busanya juga.. aaaahhhhhhhh.... bikin suami nempel terus..

Eh.. astaghfirullah.. gue lupa kalo gue laki..

Skip.. skip kalimat barusan!

Ketika gue keluar kamar mandi nyokap gue bingung.. Kok anaknya yang unyu wangi sabun sirih? Pikir nyokap gue apa jangan-jangan gue jadi transgender karena pake sabun sirih nyokap gue di bagian 'kepriaan' gue? *saat itu juga gue dianggap orang paling kaga normal di keluarga gue*.
Gue yang masih lempeng-lempeng aja dan nyokap yang udah mulai penasaran kemudian nanyain gue.. Kira kira percakapannya begini : 

(Anggep aja gue udah pake baju, tanpa sesuatu yang menggantung diantara selangkangan).

"A.. (orang dirumah manggil gue Aa, karena gue budak terkolot) Kamu, pake sabun apa sih?"
"Lho? Sabun?"
"Nggak, kamu tadi pake sabun yang di botol bening yang airnya warna coklat itu bukan?"
"Oooh obat kumur yang pait itu??"

Dan tau apa reaksi nyokap gue pas gue bilang sabun sirih itu obat kumur? Dengan segenap kekuatan fruit power di depan muka gue beliau bilang ....

"Asstaagfirullahhhhhhhh.. itukan sabun sirih! Sabun buat 'ANU-NYA' cewek! Bukan sabun buat kumur!"
"Alamak.. lha pantesan mulut Aa jadi keset begini Mak! Agak kering, terus.. anu.. aahh!!'
"Makanya kalau mau pake sabun itu tanya-tanya dulu!"

Dan, setelah kejadian itu, gue trauma pake obat kumur, apalagi kalau udah gak ada labelnya, botolnya kecil, dan airnya warna coklat. Satu yang harus lo perhatiin sebelum ambil obat kumur, pastikan! Itu adalah obat kumur dan bukan sabun sirih! Emangnya lo kira mulut gue ini daerah kewanitaan apa?! Bentuknya sih mirip-mirip dikit lah! Tapi tanggung jawab kenapa.. Gigi gue jadi kurang putih karena fungsi sabun sirih juga ngilangin keputihan kan?! Sumpah ini absurd banget..

Jadi gue bisa ambil kesimpulan singkat.. Yang pertama..
- Mulut gue bukan daerah kewanitaan yang bisa keset kalo disabun sirih..
- Walaupun bentuknya agak mirip, seenggaknya mulut gue masih lebih seksi pake obat kumur ketimbang sabun sirih..
- Kalau kumur-kumur jangan pakai sabun sirih..
- Dan kalau mau ngilangin keputihan, jangan pakai obat kumur..

Dear.. Mulut.. Maafkan.. Daku..... aahhhhhhhhhhhhhhh.....


Selasa, 21 Januari 2014

Pendidikan Indonesia, salahkah?

"Welcome Home, ganteng"

Logger bilang barusan, maaf ye gue lagi emosi, kaga bisa macarin lo dulu, gue sempet emosi juga baca postingan lo yang sembrono beberapa bulan (gak tau minggu, gitu) yang lalu, mojokin gue banget -_-

Entah, beberapa bulan ini gue gak bisa internetan, banyak faktornya sih, dari koneksi lola yang ngakunya anti lelet, sampe kuota kesedot, ditambah tugas-tugas yang numpuk, ngegembel di kosan, yasudah..

Gue punya satu pertanyaan. Kira-kira kita sebagai seorang pelajar, apa kita merasakan manfaat dari pendidikan terutama di negara ini? Ini serius, gue nanya begini karena gue ngerasain akhir-akhir ini pendidikan disamaratakan dengan UANG. See? Farhat abbas pernah bilang "kalo pendidikan, yang pinter gratis, yang bodoh bayar" secara gak langsung dia udah nyindir gue karena gue kuliah juga bayar, berarti gue bodoh? FINE.. *keselek ibu Ani*

Lupakan soal Farhat Abbas, gue kaga mau nyebut si voldemort satu itu..

Orang-orang sekarang itu lebih takut buat TIDAK LULUS daripada TIDAK PINTAR. Dan lucunya, ketika pendidikan indonesia pakai sistem penyamarataan kayak sekarang malah gak banyak orang yang berkembang, justice is not equality. Orang-orang lebih takut gak dapet nilai daripada gak dapet ilmu, banyak kok contohnya. Ini mulai gue rasain ketika gue masuk SMA. Oke, mungkin gue bukan orang yang pinter mengkritik sesuatu, tapi sampai kapan gue bisa sabar?

Sebenernya apa ada yang salah sama pendidikan? setau gue pendidikan itu memiliki kata dasar "didik", tapi kenyataannya kok malah seperti memperbudak?

Untuk masa depan? Oke.. kalau kalian mau masa depan kalian jadi budak..

Kesuksesan itu bukan diukur dari seberapa tinggi nilai, seberapa bagus nilai, dan seindah apapun tulisan pendidik di buku rapor, nilai A, B, C, D atau bahkan E gak bakal menjamin kita kelak jadi orang yang sukses atau gagal, dan guru atau dosen juga gak bisa menjamin kita jadi orang sukses atau gagal, mereka gak punya hak untuk itu. Karena masing-masing orang punya potensinya sendiri-sendiri, dan gak perlu diukur dari berapa tinggi IPK dan ranking. Lalu dari apa sukses itu datang? Yang jelas bukan dari Quote nya Mario Teguh kok, cukup andalkan potensi diri sendiri aja, rezeki udah ada yang ngatur, jadi jangan bimbang.

Yang jadi masalah disini, ketika banyak orang mulai coba buka potensi dirinya sendiri, pendidik atau pengajar malah kebanyakan seperti orang yang "kurang ikhlas". Ini bener kok, bahkan beberapa dari mereka ada yang antikritik. Soe Hok Gie pernah bilang beberapa tahun silam "Orang yang tidak terima kritik boleh masuk keranjang sampah", sekarang apa? ketika kita sebagai orang yang dididik, kita bukan di didik menjadi hormat kepada senior, tenaga pengajar, dll tetapi kita di didik menjadi orang yang takut kepada mereka terlebih jika kita melakukan sebuah kesalahan. Oke, kita gak bisa nyengkal ini, gue juga takut kalau tulisan gue ini salah. Tapi masih banyak kok orang-orang baik diluar sana, orang-orang yang mendidik siswanya dengan ikhlas agar kelak siswa yang mereka didik mampu memanfaatkan ilmu yang didapat. Masih banyak kok orang yang rela menggratiskan pendidikan atas nama kemanusiaan dan bahu-membahu membangun bangsa dari ilmu yang mereka ajarkan dengan sukarela, masih, gue yakin masih banyak orang yang kayak gitu.

Masalah kedua, ketika pendidikan didahulukan dengan uang. Ini sesuatu yang kurang manusiawi kalo menurut gue. Pernah denger kejadian orang yang ijazahnya ditahan karena tunggakan SPP padahal dia salah satu anak yang prestasinya bagus? Pernah denger kejadian orang yang gak bisa terusin sekolah karena gak punya biaya? Pernah denger kejadian orang tua yang bela-belain anaknya buat sekolah sampe mempertaruhkan hidup dan mati? Atau bahkan siswanya sendiri yang sampe bertaruh hidup mati cuma karena INGIN sekolah? pernah? Lalu dimana arti pendidikan sebenarnya? Mana janji-janji manis para oknum yang katanya akan memperbaiki kualitas pendidikan dan mewujudkan cita-cita bangsa yang dikandung dalam UUD 45 yaitu "mencerdaskan bangsa" ? Kenapa kesannya jadi kita yang dibodohi? Think! Untuk apa kita belajar sesuatu yang seperti ini?

Masa depan?
Jadi apa kita kelak?
Akan seperti apa kita kelak?
Apakah kita akan jadi orang yang bisa memberikan manfaat buat orang lain?

Sebentar lagi Ujian Nasional, buat adik-adik kelas gue baik 6 SD, 3 SMP maupun 3 SMA. Good Luck, semoga kalian semua lulus, bocoran banyak kok. Para oknum jual itu demi meraup keuntungan. Nih, salah satu contoh dimana uang didahulukan daripada sistem itu sendiri. Tahun-tahun yang lalu juga harusnya jadi cerminan buat perbaiki sistem ini sampe banyak siswa dan siswi yang gak yakin. Bukan karena gak yakin kepada diri sendiri, tetapi mereka gak yakin karena sistem yang salah, dan terlalu takut buat gak diluluskan bahkan setelah lulus pun, masih banyak kok anak Indonesia yang terjebak di sistem pendidikan kayak gini, yang mementingkan ego daripada otak, mementingkan kantong daripada kecerdasan, sama-sama pentingin duit daripada bikin pinter siwanya. "Pada dasarnya semua manusia itu cerdas, dan berbeda kecerdasan dari setiap potensinya". 

Percaya? ini fakta. 

Hanya catatan kecil seorang mahasiswa yang sedikit "gerah" dengan keluhan teman-temannya yang senasib.


Rabu, 09 Oktober 2013

Perkenalkan, aku Logger, ini kisahku..

Buat pembaca setiaku, perkenalkan, aku Logger, nama blog dari si Acang, pemilikku. Akhir-akhir ini aku jarang di update sama Acang, aku gak tau kenapa, mungkin Acang butuh penyegar selama aku ditinggal sendiri dan diselingkuhin sama tugas kuliah. Teman, aku sedih, lihat dinding-dindingku? Background mobil ferrari yang Acang taruh buat jadi headerku saja sekarang ferrarinya sudah habis bensin. Acang tega ngebiarin aku dalam kesendirian yang gak ada artinya ini. Gak apa lah, mungkin Acang sedang galau, mungkin dia lelah, atau sangat-sangat lelah, mungkin..

Lihat aku kawan, tanpa adanya seorang penulis, aku cuma seonggok laman yang buka tutup tanpa bisa disenyumin orang-orang, aku protes sama Acang, jujur aku cemburu liat dia sering mampir ke depan rumahku tapi aku gak pernah diapelin. Beberapa waktu yang lalu dia ngilang entah kemana, gak pernah aku diupdate seperti kebiasaannya waktu zaman SMA. Dia bilang dia sibuk ngurusin tugas kuliah. Aku tahu dia suka bohong, aku takut dia bohongin aku juga. Logger sedih, denger-denger dia punya selingkuhan baru, dengan bodyya yang super dan bisa dipetik dan dicolok-colok seenaknya. MAU SAMPE KAPAN ACANG SELINGKUHIN AKU?! Aku udah terlalu sabar diselingkuhin sama Vio, tiap hari dia tunggangin, tiap hari dia tusuk dan muncratin di dalem pake minyak kental yang bikin nambah semanget buat pergi kemaa-mana. Sedangkan aku? Punya lobang aja engga! Acang tega sama aku! Belum lagi dia selingkuh nyanyi-nyanyi bareng pasangannya yang satu lagi, punya lobang gede di tengah, bodynya sintal dan ngebentuk, sering banget lehernya Acang pegang-pegang, pijit-pijit, dan elus-elus sambil digenjreng! Apa itu? siapa itu?! Dan denger-denger sekarang Acang udah punya gebetan baru! Warnanya merah marun, bodynya KW super, dan sering ditoal-toel, aku sedih teman, aku berasa kehilangan seorang pasangan curhat yang aku cintain sehidup-semati. Kok sampe Acang tega-teganya ngebiarin aku membusuk begini? ACANG TEGA! :'(

Aku emang gak nyata buat kalian semua, aku emang gak bisa menuhin apa yang kalian minta terutama Acang, tapi aku yang paling setia diantara semuanya! Saat masing-masing udah putus, Acang pasti ganti satu paket barang mereka! Aku? Aku gak akan pernah putus, gak akan pernah ada kata putus kecuali putus koneksi internet. Dan selama internet itu putus, aku senantiasa nunggu Acang datang walau cuma sekedar nengok keadaan aku disini, di dunia internet yang gila. Aku takut sama hacker, aku takut sama penjajah, kalau sampe aku diperkosa dan pindah kelain hati gimana? Mana tanggung jawab Acang sebagai author aku? Acang jahat! Acang JAHAAT !! :'(

Aku gak mau punya nasib yang sama kayak blog-blog nganggur kebanyakan, aku bukan tipe blog yang kayak gitu. Aku berusaha setia, aku pengen Acang update aku terus, itulah dimana saat aku dihargain sebagai sebuah blog. Aku kangen Acang, kangen setiap ada postingan yang aku publish kemudian bisa ngehibur orang banyak, kenapa Acang setega ini sama aku? Aku gak kuat lagi nahan ini semua.. :'(

ACANG UDAH JAHATIN AKUUUUU!!! :'(

Salam dariku, Logger Blo, sang pasangan setia-setua dunia maya, yang entah apa nasibku sekarang tanpa Acang..

-----------------------

Rabu, 18 September 2013

Serba-serbi anak kost

Huaaa kange nge-blog! Udah lama semenjak lulus SMA ini blog gapernah gue update, parah men, kasian blog gue menangis meringkih dibawah kaki gue minta di update, sabar ya mblog, aku sibuk pacaran :D

Alhamdulillah nich, beberapa minggu lalu (atau hari gitu, gue lupa) gue masuk salah satu universitas swasta di Bandung, UNIKOM angkatan semester pertama 2013-2014 Jurusan Cicaheum-Ciroyom (emaap, maksudnya Teknik Informatika, hehe). Itu loh, yang terkenal karena juara robot, juga sering bikin macet jalan Dipatiukur kalo udah diatas jam 10 pagi karena gak punya parkiran motor. Kampus gue juga terkenal memiliki kantin terpanjang.. Sepanjang jalan Dipatiukur :v selain itu kampus gue juga punya taman mini. Bukan kayak taman mini di Jakarta sana, taman mini ini bener-bener mini.. Serius, Mini banget :/ 

Kuliah jauh? 
Butuh rumah tinggal?

KOST!
Itu satu-satunya cara buat survival tinggal di kota besar yang notabene keras, dan statusisasinya jelas, membikin sebuah kontroversi hati dan kegundahan yang gelisah. Eeee kok gue ketularan virus Vickynisasi?? :v

Gue sekarang tinggal di sebuah kamar berukuran 2x1 3x4 meter dengan cat berwarna hijau dan lantai yang dingin tanpa kasur.. Seriously, diantara temen-temen kosan gue cuma kamar gue yang gak dilengkapi equip kasur. Sakit punggung ini bila ku bangun tidur, sakit raga ini ketika ku merebahkan diriku.. Sakit... sesakit cinta yang terkhianati bagai bujur anak soang yang kejepit ambeien.. Fuah curhat :v

Tinggal di kamar ini menurut gue cukup nyaman, enak, walaupun cuaca Bandung agak dingin dan menyengat tulang, yang penting gue punya atap buat tinggal. Biayanya? Lumayan murah dibanding sama daerah lain, karena kosan gue masih masuk daerah pinggiran kota, jadi kalo mau ke kampus harus berkutik ria dengan kemacetan kota Bandung yang makin bikin boros muka. Apalagi kalo udah kangen emak dirumah, muka gue makin boros :/

They said, anak kost itu hidupnya gak jauh dari penderitaan. Kata siapa? Mari kita buktikan.

1. Masalah makan
Motto gue sebagai anak kosan yaitu : MAKAN atau DIMAKAN. Jadi gue harus bikin sebuah rencana yang cukup absurd dimana gue cuma punya 2 pilihan, antara harus makan, atau gue yang dimakan. Tapi setelah gue pikir mana ada yang mau makan gue? Daging gue alot, empedu gue pecah, dan rasanya pait :/. Gue bersyukur, stock mie instan gue di kosan masih cukup sampai akhir bulan. Jadi gue masih bisa bertahan idup sampai kiriman selanjutnya masuk ke kantong gue :')

Mirisnya, selama gue ngekos menu makannya tiap hari itu-itu mulu, nemu ayam goreng/ayam bakar pun udah jadi harta karun langka karena duit gak bakal cukup buat beli daging. Boro-boro ayam, makan nasi tahu + tempe aja udah sujud syukur masih bisa makan :'/ Satu tips dari gue : Sering sering baikin tukang warteg, siapa tau bisa gratis makan walau harus ikit bantu nyuci piring :v.

2. Masalah pakaian
Jangan sepelein masalah baju, cangcut, celana, dan antek-anteknya! ini bisa jadi hal paling brutal kalau sampai lo lupa nyuci atau gak ada baju buat berangkat kuliah. Itu konyol, lebih geli lagi kalau cuma pake 1 baju buat 1 semester, oh god, jijaaay :v *ini pasti gara-gara Arya,, Arya!!!*

Oke, beruntung banget kalau misalkan stock baju masih banyak, bisa syukur gonta-ganti baju dari senin nyampe minggu. Asal jangan sampe keabisan stock, baju ibu kos diembat juga -____-.

3. Masalah harga diri
Yang ini adalah 2 pautan masalah diatas yang saling berhubungan. Kalau sampe kemudian lo gak bisa makan ditambah gak punya baju, walhasil ngampus dengan perut dan badan seadanya, harga diri turun drastis dihadapan senior dan cewek-cewek seangkatan. Usahain jangan sampe deh, minimal kantong isi 1000 perak buat jajan teh gelas atau cuma bayar parkir, itupun udah syukur :') 

4. Masalah stock makanan
Gak yakin, kalo yang ini emang boros perut atau boros muka. Soalnya stock makanan anak-anak kosan paling bertahan sampai 2 minggu kurang tanpa belanja kembali dan sisanya ngutang. Perlu diketahui bahwa grafik seperti ini harus dimusnahkan dan dibunuh :v *ebuset* Saran gue hematlah makananmu, sebelum perutmu dipaksa berhemat makan. :v makanlah rendang, soto, dan kari secukupnya, walaupun dalam bentuk kriting berkuah :') serasa kontroversi hati gitu dech :v

Oke segitu aja, mungkin selebihnya bakal gue update di post anak kost bagian 2. Gak ada quota.. :v ini pun salah satu penyakit anak kos, dimana kuota internet lebih berharga dari sepiring nasi :')

#DeritaMahasiswa

Rabu, 03 Juli 2013

Romansa

Pernah terpikir untuk saling benci tanpa mengenal adanya kasih sayang?

Karena, mencintai suatu hal itu lebih sulit ketimbang memasak semangkuk bubur ayam.

Kenapa?
Karena cinta bukan soal komedi klasik, bukan soal tatapan mata yang kian hari kian menusuk. Bukan, bukan itu.. 

Cinta sekarang itu soal uang, uang, dan uang, yah, tragedi yang bisa disambut sebagai komedi zaman sekarang.

Tapi, soal hati, memang lidah tidak akan bisa berbohong, naluri selalu menampakkan wajah yang jelas, dan itu akan menjadi bukti, sukarnya hati menerima kata benci dari sosok orang yang sudah ada di dalam kemalut pikiran keseharian. Definisi yang jelas, ketika sebuah rasa yang digetarkan aura dan menggetarkan hati itu datang, dan saat itu pula tubuh terasa lemah, sujud di hamparan taman cinta yang sekilas layaknya surga nirwana yang dipenuhi bunga krisan. Takjub!

Air mata takkan jatuh, air mata tidak akan pernah luruh lagi, saat emosi jiwa yang dipendam mulai meledak, dilanjutkan dengan sulitnya bibir berucap, sulitnya hati mengakui, beratnya menyatakan hal yang sebenarnya sangat sepele untuk diungkapkan.. 

"AKU CINTA KAMU..."

3 kata berjuta arti diantara 2 insan yang saling berbagi, dan diseling dengan 1 rasa mutlak, tak pernah padam hingga suatu saat perpisahan datang menjelma menjadi ribuan perasaan yang memilukan, antara benci dan sayang, antara muak dan rindu, antara kesal yang berpadu dengan sayatan hati, lirih, sakit, perih.. Kemudian rasa benci mendominasi..

3 kata berjuta arti, yang mewakili secuil perasaan hati yang dipendam sebegitu dalam, tersampaikan dengan malu kemudian dibalas dengan senyum, awal yang manis, kemudian saling berharap manis pada akhirnya. 3 kata yang mewarnai langit imajinasi seseorang, menebarkan virus-virus kerinduan yang meruntuhkan tubuh, lemah, tidak berdaya melawan kekuasaan cinta yang, ahh.. rumit! Bahkan kode da vinci pun seakan kalah rumit disaat belahan hati mulai mencari belahan yang lain, ya, itulah cinta, romansa, klasik, menyakitkan, namun menyenangkan!

"AKU CINTA KAMU..."

..... 

Manusia bisa berkhianat... 
Bahkan cinta pun mampu berkhianat..
Saat cinta datang membawa sejuta kemunafikan, disaat itulah hati harus siap menerima kenyataan bahwa kehilangan sudah ada di depan sanubari setiap insan. 

Rasanya lebih perih, ketimbang teriris pisau saat mengupas bawang merah..

Bibir tak bisa berucap, tubuh hanya bisa diam, mata hanya mampu menangis, dikala cinta pergi, meninggalkan kenangan dan rasa sakit yang menyayat, dari duri yang tertancap dalam dada. Sesak, sesal, duka, dan kemudian tawa seakan tidak ada artinya.. Yang ada hanya sisa fisikal, buku diary yang usang, dan selembaran puisi-puisi juga bayangan suara lirih, yang hanya bisa dikenang, tidak bisa lagi dirasakan..

Mengerikan, bukan?

Itulah sekelumit perasaan cinta, itulah sihir dari cinta, dan itulah, apa yang dinamakan CINTA..

Klasik!


Sumber



Senin, 01 Juli 2013

Masih Zaman Diskriminasi?

Well, sepertinya ada yang darurat galau malem ini.. Hehe

Oke, berhubung gue lagi bijak, gue mau posting sesuatu yang bijak juga, boleh yah? boleh yah? Boleh dooong :D

Jeng-jeeeng kali ini gue mau bahas soal Diskriminasi. Apa itu diskriminasi? 

Diskriminasi itu adalah perlakuan atau tindakan yang gak adil yang diterima seseorang atau sekelompok orang. Diskriminasi sosial, diskriminasi gender, diskriminasi status, dan diskriminasi agama, itu baru beberapa contoh diskriminasi yang sering ditemuin, selebihnya? Banyak banget!

Jadi begini, diskriminasi itu tindakan yang gak baik. Diskriminasi itu muncul dari egoisme dan rasa lebih unggul seseorang atau sekelompok terhadap sesuatu. Diskriminasi udah banyak muncul dari jaman dulu, ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Kalau dulu, diskriminasi sering dikaitkan dengan SARA, dimana suku atau ras tertentu dianggap babu, budak, dan tidak layak bersanding dengan bangsa tertentu yang mengakui kalau mereka lebih baik dari bangsa yang lain. Kalau zaman sekarang, Diskriminasi sosial yang justru banyak merasuki hati para manusia-manusia berpikiran cetek. Bahkan banyak dari kalangan remaja yang tanpa sadar mereka ngelakuin hal ini. Kebanyakan sih, soal pamer harta dan rebutan pacar. Ngeh..

Perlakuan diskriminasi remaja itu banyak faktornya. Bisa jadi karena fanatisme kepada idola/tokoh/sudut pandang tertentu, karena kesalahpahaman dalam cinta, bisa juga karena duit. Emang masih zaman main diskriminasi-diskriminasian? Emang masih zaman membanding-bandingkan sesuatu atau seseorang? Emang masih zaman mengucilkan dan menghina orang yang menurutmu lebih rendah daripada diri kalian? Orang seperti itu kebanyakan jadi sombong. Udah sombong, licik pula.. Selebihnya tentang orang sombong bisa lo baca di postingan blog gue yang ini : http://anzharanshory.blogspot.com/2013/05/liciknya-kesombongan-didalam-keegoisan.html

Sebagai contoh, gue punya satu kasus yang menurut gue bisa ngegambarin diskriminasi sosial zaman sekarang. Biar kalian semua bisa bandingin yang mana tindakan baik, dan yang mana yang nunjukin diskriminasi. Maap maap ye, kalau ceritanya mirip-mirip bahasa buku anak SD -_-

Contoh Pertama :
Sam'un adalah seorang pemuda yang memiliki tingkat ekonomi yang tergolong tinggi, namun Sam'un selalu rendah hati, ia tidak pernah pilih kasih dan pilih teman dalam kehidupannya. Sam'un juga terkenal dermawan, ia tidak segan menolong sesama yang kesusahan. Maka dari itu, banyak orang-orang di sekitar Sam'un yang segan terhadapnya. Selain dermawan dan tidak pilih-pilih, Sam'un juga selalu adil dalam menentukan dan memutuskan sebuah perkara. Maka tidak heran, masalah yang menerpa bisa diselesaikan dengan mudah.

Contoh Kedua :
Lasmi adalah seorang wanita karier. Hidupnya tergolong mewah, berkecukupan dan terkesan glamour. Ia selalu menganggap dirinya dan orang-orang sederajat dengannya lah yang memiliki kewenangan atas segala sesuatu. Sedangkan orang lain tidak. Ia selalu membangga-banggakan apa yang ia miliki, dan tidak segan untuk menghardik bahkan mencaci dan menjauhi siapapun yang menurutnya pantas ia caci. Ia juga terkenal suka merendahkan siapapun, dan menebar virus diskriminasi terhadap orang-orang disekitarnya.

See? Lo bisa liat dari kedua contoh yang gue kasih diatas. Sam'un emang orang kaya, tapi Sam'un gak pernah ngebeda-bedain siapapun yang kenal sama dia, orangnya supel, dan dermawan, lagi rendah hati. Berbeda sama si Lasmi, walaupun orangnya tajir, tapi si Lasmi punya sifat buruk yang gak boleh ditiru. Ia menganggap orang lain itu rendah, dan nyebarin virus diskriminasi, ini jelas tindakan yang kurang baik. Karena si Lasmi gak menganut asas persamaan, padahal semua manusia di mata Tuhan itu derajatnya sama, betul toh?

Itu baru diskriminasi perorangan, belum lagi diskriminasi kelompok, suku, ras, agama, dan lain-lain. Kita hidup di negara yang memiliki beribu macam suku bangsa, bahasa daerah, dan kebudayaan. Slogan burung garuda sebagai lambang negara Indonesia juga terpampang jelas kan? Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu. Kita gak berhak buat merendahkan sesuatu yang menurut kita patut direndahkan, kita gak berhak buat mendiskriminasikan seseorang, kelompok, maupun budaya tertentu. Kita juga gak patut menyombongkan diri dan berpikir kalau kita ini paling hebat. Kita juga gak patut jadi seseorang yang fanatik terhadap sesuatu, karena kita hidup dalam satu lingkup negara yang dinamakan Indonesia, negara yang penuh dengan budaya yang sakral, suku bangsa dan bahasa yang bejibun, dan semua yang kita milikin ini harus bisa menyatu satu sama lain tanpa adanya kata diskriminasi apapun itu bentuknya. 

Intinya, jangan ada lagi kata diskriminasi, jangan ada lagi keegoisan yang terlalu fanatik, wong tangan, kepala, kaki, perut, puser, dan lobang idung aja nyatu jadi satu kesatuan utuh yang namanya manusia, dan semua menjalankan tugasnya masing-masing yang dikontrol melalui pusat pikiran yaitu otak. Jadi, cuma manusia yang gak punya otak yang masih mau nyengir tanpa beban pas dia ngelakuin tindakan yang gak adil sama orang lain. Karena ya itu tadi, dimata Tuhan, semua manusia sama kok.. Sama-sama kecil.. Bahkan gak ada apa-apanya..

So, buka mata, buka hati, buka pikiran! Walaupun kita berbeda, tapi jiwa kita harus tetap satu! #Semangat45 *nyeruput kopi*

Eh, gue posting begini bukan buat ajang promosi ataupun kampanye ya, ini murni hasil pemikiran gue sendiri.. jangan sangkut pautin sama politik ah, gue bukan manusia yang ngerti politik.. Ogaaahhh -____-

"Neng neng.. Abang suka sama Neng .."
"Bagus atu abang, asalkan abang jangan suka diskriminasiin orang yah, gak baik loh.."
"Oke neng, abang paham!! *cipok basah*"

Sumber Gambar

Kesalahan dalam Jatuh Cinta

Well, cinta lagi, cinta lagi..
Kapan abisnya sih ngomongin cinta? Cinta itu seakan-akan gak ada abisnya buat diomongin. Sebenernya, jatuh cinta itu sederhana, tapi pelampiasannya yang susah. Kadang orang yang lagi jatuh cinta itu gak beda jauh sama ikan yang baru dipancing dan diangkat dari dalem air, kelepekan.. Tapi lama kelamaan, nafasnya abis juga dan si ikan minta balik ke air lagi.. Ini sejenis skema dimana seorang jomblo jatuh cinta, kemudian cintanya disakitin, dan balik lagi jadi jomblo.. Ngenes meeen..

Sebenernya salah gak sih jatuh cinta?
Gak ada yang salah kok di dunia ini. Setiap manusia berhak memilih, memilah, dan menyeleksi cintanya, siapapun itu orangnya. Karena dimata cinta, semua akan sama, semua akan indah pada waktu cinta itu datang. Tinggal gimana kita nyikapin semua itu. Cinta itu pilihan, tapi jadi jomblo juga pilihan. Bedanya, cinta itu bisa dipilih kayak barang obralan pasar, tapi jomblo? pilihannya cuma satu, punya pacar, atau tidak sama sekali. 

Jatuh cinta itu universal kok, setiap orang pasti pernah ngalamin hal tersebut. Lah kalau bukan karena cinta, buat apa ada pernikahan? Buat apa nyokap & bokap semangat pas bikin gue? Jadi persepsi orang tentang "makan tuh cinta" itu salah, kenapa? Cinta itu bukan bahan pangan, bukan pakan burung, dan juga bukan jenis bubur ayam, ya nggak bakal bisa bikin kenyang perut.. Emangnya lo pikir tentara yang lagi kelaperan makan cinta gitu? Terus tiba-tiba bilang "I Love you AK47.. Muuuuaacchh" .. DOR..

Jatuh cinta itu gak salah sama sekali, tinggal gimana cara kita buat memposisikan diri di tempat dan orang yang benar. Percuma kalau suatu saat lo demen sama orang, tapi posisi lo lagi kejepit kutang, kan berabe jadinya. Jangan mimpi punya cinta yang sempurna deh, karena kita semua tau setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Cinta itu bisa menerima, bukan mengekang. Cinta itu ikhlas, bukan terpaksa. Cinta itu beloon, udah bagus-bagus dikasih nama Cinta, masih juga pake embel-embel Kuya.

Disini letaknya kesalahan orang pas jatuh cinta sama orang lain, kesalahan utama yaitu terlalu maksain kehendak kalau "dia harus jadi milik gue". Ow, maaf bung, itu namanya egois. Dan keegoisan itulah yang menjerumuskan lo ke dalam ruang hampa. Lo gak bisa sembarangan punya prinsip kalau si doi itu mutlak milik lo sepenuhnya. Doi juga berhak punya pilihan atas cintanya dong? Gak bisa lo maksain diri doi buat jatuh cinta sama lo kalau nyatanya doi gak cinta gimana? yang ada sakit hati lo makin-makin nantinya. Bukan 1 atau 2 kali, kesalahan dalam jatuh cinta model begini buanyak dilakuin baik oleh cewek maupun cowok. Ngimpi boleh, tapi ngimpinya jangan ketinggian, jatohnya sakit. Ngimpiin doi buat jadi pacar lo sebenernya sah-sah aja. Tapi jangan terlalu ambisius, saran gue kalau emang lo niat, lo punya nyali, dan lo siap terima resikonya, kejar terus, dekati perlahan, jadikan lo istimewa dimata dia, dan jadikan dia orang istimewa yang ada di dalam hati lo. Caranya gimana? gue gak bisa kasih contoh, silahkan pegang kendalimu sendiri.. Tapi inget, kalau emang udah gak ada harapan lagi, disini lo harus bisa terima konsekuensinya, pengen jadi secret admirer terus-terusan sampe gigi kuning ketek sawangan atau mau move on dengan lebih dari 1M par manusia yang lebih unyuuuu dari dia.. Contohnya Muhidin, Marwan, Masduki, Mustofa, Mutini, Markonah, Marsafah, Masutun, Masnowi, Masruroh (Kan udah gue bilang, lebih dari 1M -__-).

Kesalahan kedua saat orang jatuh cinta ituuu, gak percaya diri sama apa yang dia punya. Terlalu merendahkan dirinya saat berhadap-hadapan dengan seseorang yang dia suka. Padahal hal seperti ini haram hukumnya. Gue kasih contoh.. Peran kali ini menampilkan seorang cowok bernama Jatmiko, dan ceweknya namanya Lastri. Mereka model video 3gp profesional!

Suatu hari, Jatmiko berjalan menyusuri lorong SMA Tanduk Kebo. Tiba-tiba Jatmiko melihat sosok Lastri, wanita yang ia idam-idamkan dari mulai kelas 2 SD, tapi ia terlalu malu dan ragu untuk menyatakan perasaannya selama ini kepada Lastri. Ia ragu jikalau Lastri tidak mencintainya, ia tidak percaya diri dengan apa yang dimilikinya. Padahal selama ini Jatmiko tergolong orang yang mampu. Mampu ngepel, mampu nyabutin rumput, mampu nyiramin tanaman, mampu segala-galanya deh... Kemudian jatmiko mendekat, dan terjadilah percakapan singkat..

Lastri  : Eeeh Miko, ada apa??
Jatmiko : Eng, nggak Las, ini loh, aku lagi jalan, mau ke anu.. mau ke kantin..
Lastri  : Eh, eh.. kalau ketemi Prapto, salamin dari aku yah? Menurutmu, dia ganteng gak?
Jatmiko : Dia, ganteng kok.. cocok sama kamu.. gak kaya aku, akukan jelek, udah jelek, goblog lagi..
Lastri  : ............

CUT !
Disini Jatmiko melakukan kesalahan yang SANGAT FATAL dalam pendekatannya kepada Lastri. Yap! Jatmiko terlalu merendahkan dirinya. Itulah mengapa Jatmiko tidak bisa mendapatkan Lastri. Buat para cowok, lo gak mau kan bernasib sama seperti Jatmiko dalam cerita diatas? Jadi buanglah itu jauh-jauh! Tunjukan kepada orang pilihan lo, kalau emang lo mampu, lo ganteng, lo pede, dengan takaran yang pas dan gak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik to? Dan jangan sesekali merendahkan diri yang terlalu merendah di hadapan cewek kalau gak mau dicap rendahan. Tapi jadilah pria yang rendah hati, karena itulah sifat cowok yang selama ini cewek cari.

Dan untuk para cewek, biasakanlah diri lo bersikap semenarik mungkin (bahkan kalau bisa semisterius mungkin) di hadapan doi. Maksud gue bukan nyari perhatian atau dandan ala kuntilanak, Bukan! itu namanya bunuh diri! Tunjukkan kalau diri lo itu berbeda dari wanita lain, tunjukan ciri khas lo, yang membuat diri lo berbeda, dan buat para cowok bingung sampai kemudian mereka penasaran terhadap lo. Bukan maksud gue nyuruh tebar pesona, tapi tebarlah pesonamu secara elegan, professional, dan tetap misterius. Karena kebanyakan cowok suka cewek yang misterius, yang gelantungan di pohon, yang ketawanya cekikikan, yang punggungnya bolong, eh.. -_-

Kesalahan pertama udah, kedua udah, lalu kesalahan ketiga, PDKT, tapi tidak terbuka. Dan gak jadi diri lo yang sebenarnya. Disini udah jelas disebutkan bahwa syarat menjalin suatu hubungan adalah keterbukaan dan keserasian diri. Keterbukaan disini bukan buka-bukaan paha, dada, miniset, kutang dan sejenisnya.. Bukan.. -_- Maksud gue, dalam jatuh cinta, terutama dalam hal menyocokan satu sama lain itu butuh keterbukaan dari pikiran dan hati masing-masing calon pasangan. Kalo enggak kita gak bakal bisa mengenali watak, ciri khas, pola pikir, dan sifat masing-masing. Yang ada malah jadi flat, gak asik, dan kemungkinan besar gagal jadi pasangan. Ini semacam sendal gitu ya, musti dipasang-pasangin -_-.

Udah ah, capek gue ngetiknya.. mungkin segitu dulu pencerahan dari gue.. Semoga pencerahan gue kali ini bisa jadi lilin penerang jiwa-jiwa para jomblo yang haus cinta, hati berkarat, dan perasaan yang mulai turun mesin.. 

"Cinta itu mudah, cinta itu bisa dikenali dan dipelajari.. Tapi cinta itu menjadi sulit, ketika wanita sudah mulai mengeluarkan 'darah'.."

sensitipan euy -_-

Nyomot dari gugel